<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167965">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  VARIASI  JUMLAH  TUMBUKAN PADA SUHU PEMADATAN 70˚C DAN 90˚C TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA LAPISAN ASPHALT CONCRETE - WEARING COURSE (AC-WC)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bina Oktaria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jalan raya merupakan salah satu prasarana penting yang menunjang percepatan pertumbuhan dan pengembangan wilayah. Namun, dalam pelaksanaannya, pembangunan jalan sering menghadapi kendala, terutama pada tahap pengaspalan di lokasi yang jauh dari Asphalt Mixing Plant (AMP). Salah satu dampaknya adalah penurunan suhu campuran, yang dapat menyebabkan proses pemadatan tidak optimal, sehingga menurunkan nilai stabilitas dan mutu lapisan perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah tumbukan pemadatan terhadap karakteristik Marshall pada campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC–WC) yang dipadatkan pada suhu 70°C dan 90°C. Pengujian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Jalan Raya, Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, menggunakan metode Marshall sesuai standar Bina Marga 2018 Revisi 2 dan SNI. Jumlah tumbukan yang divariasikan meliputi 2 × 75, 2 × 85, 2 × 95, 2 × 105, dan 2 × 115. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh adalah 5,75%, 5,88%, dan 6,00%. Pada suhu 70°C, hasil paling optimal diperoleh pada jumlah tumbukan 2 × 95 dan 2 × 105, sedangkan pada suhu 90°C, hasil optimal ditemukan pada 2 × 85 dan 2 × 95. Hasil pengujian dan analisis penambahan jumlah tumbukan pemadatan pada suhu rendah cenderung meningkatkan nilai stabilitas, kepadatan, VFB, dan Marshall Quotient (MQ), namun menyebabkan penurunan nilai Void in Mix (VIM) dan flow pada suhu 70°C, serta penurunan VIM dan VMA pada suhu 90°C.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167965</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 18:02:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 08:39:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>