<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167961">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU STAF BALAI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (BPDAS) KRUENG ACEH DENGAN EFEKTIVITAS PROGRAM REBOISASI DALAM MENGURANGI DAMPAK RISIKO BENCANA BANJIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Magister Ilmu Kebencanaan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana alam, terutama&#13;
akibat degradasi lingkungan dan deforestasi yang merusak kondisi ekosistem.&#13;
Rehabilitasi ekologi hutan dan lahan (RHL) menjadi strategi utama pemerintah&#13;
dalam memulihkan fungsi dan mengurangi risiko bencana, khususnya banjir. Di&#13;
Provinsi Aceh, banjir masih menjadi bencana yang sering terjadi dengan dampak&#13;
signifikan, diperparah oleh lahan kritis dan kerusakan hutan yang meluas. Dalam&#13;
konteks ini, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Krueng Aceh&#13;
memegang peran strategis dalam pelaksanaan program reboisasi untuk mitigasi&#13;
risiko banjir. Namun keberhasilan program reboisasi tidak hanya bergantung pada&#13;
kebijakan dan sumber daya, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber&#13;
daya manusia yang terlibat, terutama staf teknis dan fungsional BPDAS.&#13;
Pengetahuan, sikap, dan perilaku staf menjadi faktor penting dalam menentukan&#13;
efektivitas program yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#13;
hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku staf BPDAS Krueng&#13;
Aceh dengan efektivitas program reboisasi dalam mengurangi risiko bencana&#13;
banjir. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan total sampel&#13;
sebesar 59 responden. Berdasarkan hasil uji statistik (regresi linier berganda)&#13;
ditemukan bahwa pengetahuan, sikap dan perilaku staf BPDAS Krueng Aceh&#13;
secara bersama-sama berhubungan signifikan dan simultan dengan efektivitas&#13;
program reboisasi. Diantara ketiga variabel tersebut, perilaku memiliki hubungan&#13;
yang paling dominan dengan jumlah frekuensi 76,3%. Hasil analisis untuk&#13;
pengetahuan memiliki hubungan sebesar 0,223 dengan tingkat signifikan 0,013;&#13;
untuk sikap memiliki hubungan sebesar 0,308 dengan tingkat signifikan 0,000;&#13;
untuk perilaku memiliki hubungan sebesar 0,200 dengan tingkat signifikan 0,021&#13;
dengan efektivitas program reboisasi yang dilakukan BPDAS Krueng Aceh dalam&#13;
mengurangi dampak risiko bencana banjir.&#13;
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Efektivitas, BPDAS Krueng Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167961</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 17:51:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 09:25:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>