<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167949">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI GEDUNG TELKOM WILAYAH ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baihaqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
PT Telkom Indonesia sebagai perusahaan telekomunikasi milik negara memiliki peran strategis sebagai objek vital nasional (Obvitnas), termasuk Gedung Telkom Wilayah Aceh di Banda Aceh yang menjadi pusat penyediaan jasa komunikasi dan informasi di wilayah tersebut. Keamanan dan keselamatan gedung, khususnya dari bahaya kebakaran, menjadi aspek krusial yang harus dijaga untuk memastikan kelangsungan layanan telekomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem proteksi kebakaran yang ada di Gedung Telkom Wilayah Aceh, mengidentifikasi kerentanan dan kelemahan sistem proteksi, serta merancang rekomendasi perbaikan yang tepat berdasarkan analisis risiko kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan matriks risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang genset, ruang batrai, ruang perangkat, dan ruang jaringan memiliki tingkat risiko kebakaran tertinggi yang memerlukan sistem proteksi aktif dan pasif yang terintegrasi sesuai dengan standar nasional seperti Permen PUPR No. 26/PRT/M/2008 dan SNI terkait. Selain itu, penelitian juga mengembangkan model bangunan yang mendukung mitigasi risiko melalui prinsip kompartemenisasi, penggunaan material tahan api, serta penataan jalur evakuasi yang optimal. Rekomendasi sistem proteksi kebakaran terbaik meliputi penerapan teknologi deteksi dini, sistem pemadam otomatis berbasis gas clean agent, serta pelatihan dan simulasi evakuasi rutin. Dengan penerapan sistem proteksi kebakaran yang komprehensif dan terstandarisasi, Gedung Telkom Wilayah Aceh diharapkan mampu meminimalkan risiko dan dampak kebakaran, sehingga menjamin keselamatan penghuni, perlindungan aset, dan keberlanjutan layanan telekomunikasi di wilayah Aceh.&#13;
&#13;
Kata Kunci: proteksi kebakaran, Gedung Telkom Wilayah Aceh, analisis risiko kebakaran, sistem proteksi kebakaran, keselamatan kebakaran.&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167949</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 17:12:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-28 09:09:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>