<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167915">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINASI DAN KARAKTERISASI FISIK DAN FITOKIMIA EMPAT HERBAL LOKAL ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIKA MARIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik dan fitokimia dari empat jenis herbal lokal Aceh, yaitu andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.), kelor (Moringa oleifera L.), pegagan (Centella asiatica L.), dan gegarang (Mentha aquatica L.). Keempat tanaman ini memiliki potensi besar sebagai bahan baku minuman fungsional karena kandungan senyawa bioaktifnya, seperti flavonoid, fenolik, dan terpenoid, yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan lima perlakuan (daun dan buah andaliman, daun kelor, pegagan, dan gegarang), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang dianalisis meliputi identifikasi taksonomi, karakterisasi senyawa volatil menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS), serta pengujian sifat fisikokimia seperti kadar air, abu, lemak, protein, pH, total fenol, dan aktivitas antioksidan. Hasil menunjukkan bahwa keempat herbal memiliki komposisi senyawa bioaktif yang khas dan kadar total fenol serta aktivitas antioksidan yang tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keempat herbal lokal Aceh memiliki karakteristik yang unggul dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar minuman fungsional berbasis kekayaan hayati lokal.&#13;
Kata kunci: Herbal lokal Aceh, fitokimia, GC-MS, antioksidan, minuman fungsional</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167915</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 13:45:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 20:44:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>