<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167859">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMANS REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rika Azzahra Harahap</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sapi Aceh merupakan salah satu bangsa sapi hasil domestikasi lokal Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai sumber daya genetik ternak lokal. Keunggulan adaptasi terhadap lingkungan tropis menjadikan sapi Aceh penting untuk dikembangkan, terutama di wilayah yang memiliki populasi cukup namun belum maksimal produktivitasnya. Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan sapi Aceh. Pada tahun 2024, jumlah populasi ternak sapi potong di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 38.176 ekor, namun jumlah ini masih relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain di Provinsi Aceh, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan populasi. Namun, untuk meningkatkan populasi dan pengembangan sapi Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang belum tersedia data yang memadai terkait kemampuan reproduksinya. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk memperoleh informasi mengenai performans reproduksi sapi Aceh di Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, guna memperbaiki dan meningkatkan produktivitas populasi.&#13;
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2025 di Kecamatan Kejuruan Muda Aceh Tamiang Desa Seumadam dan Desa Suka Makmur, Provinsi Aceh. Metode yang penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer dan sekunder. Peternak yang menjadi responden ditetapkan secara purposive sampling,  yaitu peternak yang memiliki Sapi Aceh betina yang telah beranak dua kali atau lebih. Responden yang diambil sebanyak 26 orang peternak sapi Aceh dengan jumlah sampel 82 ekor. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Parameter yang diamati meliputi umur berahi pertama (pubertas), umur kawin pertama, lama bunting, umur beranak pertama, jarak beranak (calving interval), dan umur kawin kembali setelah beranak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur berahi pertama sapi Aceh betina yaitu 17,48±2,31 bulan, umur kawin pertama 30,90±4,63 bulan, lama bunting 9,13±0,34 bulan, umur beranak pertama 39,98±4,73 bulan, jarak beranak 13,36±1,08 bulan, dan umur kawin kembali setelah beranak 4,36±1,08 bulan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa performans reproduksi sapi Aceh betina di Kecamatan Kejuruan Muda normal tetapi belum optimal. Perlu peningkatan melalui perbaikan manajemen pemeliharaan serta pencatatan reproduksi yang lebih baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167859</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 23:54:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 20:21:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>