<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167837">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA IKAN TUNA BEKU DI  RNCV. XYZ BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elva Fazhul Khaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) merupakan elemen dasar dalam &#13;
sistem produksi pangan untuk menjamin mutu dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk mengevaluasi penerapan GMP pada proses produksi ikan tuna beku di CV. XYZ Banda &#13;
Aceh dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian yang terjadi di lapangan. &#13;
Metode yang digunakan adalah Gap Assessment dengan pendekatan checklist berdasarkan &#13;
pedoman BPOM 2022. Setiap temuan diklasifikasikan ke dalam kategori ketidaksesuaian &#13;
minor, mayor, dan kritis, yang kemudian diberikan bobot untuk menentukan tingkat &#13;
ketidaksesuaian (rating). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 aspek GMP, &#13;
ditemukan 55 poin kesesuaian dari 21 aspek, 11 poin ketidaksesuaian dari 8 aspek, serta 2 &#13;
aspek yang tidak diterapkan. 3 temuan termasuk dalam kategori ketidaksesuaian kritis, yaitu &#13;
pada kondisi lantai area produksi, serta perawatan dan pemeliharaan peralatan. Berdasarkan &#13;
hasil penilaian, CV. XYZ memperoleh rating D (sangat kurang), yang menunjukkan masih &#13;
rendahnya tingkat penerapan GMP. Faktor-faktor penyebab utama ketidaksesuaian berasal &#13;
dari aspek manusia (man), metode (method), dan lingkungan (environment), seperti &#13;
kurangnya pelatihan, lemahnya kesadaran karyawan, serta tidak adanya jadwal pemeliharaan &#13;
rutin. Oleh karena itu, diperlukan tindakan perbaikan segera untuk meningkatkan sistem &#13;
manajemen mutu dan keamanan pangan yang berkelanjutan.&#13;
Kata kunci: Good Manufacturing Practices, GMP, tuna beku, BPOM 2022, keamanan &#13;
pangan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167837</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 22:36:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 12:51:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>