<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167835">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PEMBELIAN KERIPIK PISANG PADA TOKO BANNA FOODY DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASMANIDAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Preferensi merupakan kecenderungan individu dalam menentukan pilihan terhadap suatu produk berdasarkan keinginan, kebutuhan, dan selera pribadinya. Dalam konteks ini, konsumen diharapkan dapat mengenali perbedaan antar produk yang tersedia serta menyusun urutan preferensi (rank preference) dari keseluruhan produk tersebut. Penelitian ini dilakukan di Toko Banna Foody di Kota Banda Aceh untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk keripik pisang dengan menggunakan analisis konjoin. Penelitian ini melibatkan 100 responden. Analisis konjoin yang digunakan adalah metode full profile dengan lima atribut. Atribut pertama adalah harga keripik pisang dengan tiga level: Rp 13.000, Rp 22.000, dan Rp 44.000. Atribut kedua adalah kemasan, yaitu standing pouch dan plastik biasa. Atribut ketiga adalah varian rasa: coklat, tiramisu, dan cheesemild. Atribut keempat adalah bentuk bulat dan lonjong, dan atribut kelima adalah tekstur krispi dan garing. Stimulus dibentuk menggunakan orthogonal design pada perangkat lunak SPSS, menghasilkan 16 kombinasi stimulus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (65%), berusia 24–29 tahun (35%), berpendidikan SMA (54%) dan diploma/sarjana (46%), bekerja sebagai pegawai swasta (44%), serta memiliki pendapatan Rp 3–5 juta (52%). Preferensi konsumen menunjukkan bahwa varian rasa memiliki nilai utilitas tertinggi tiramisu: 0,614; cheesemild: -0,476), diikuti kemasan standing pouch (0,278), bentuk lonjong (0,254), tekstur krispi (0,364), dan harga Rp 44.000 (0,210). Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mengutamakan kualitas produk daripada harga. Dari 16 stimulus yang diuji, stimulus ke-4, yaitu kombinasi atribut Rp 44.000, standing pouch, tiramisu, bentuk lonjong, dan tekstur krispi, merupakan stimulus yang paling banyak diminati oleh responden. Nilai utilitas dasar sebesar 3,409, dengan tingkat kepuasan sangat tinggi ditunjukkan oleh skor rata-rata di atas 4, nilai median dan modus dominan 4–5, serta standar deviasi rendah yang menunjukkan konsistensi jawaban responden.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167835</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 22:32:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-27 12:49:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>