MODEL NIAT PERILAKU PENGGUNAAN TRANSPORTASI UMUM BERBASIS WALKABILITY DALAM MENDUKUNG MOBILITAS PERKOTAANRNBERKELANJUTAN DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

MODEL NIAT PERILAKU PENGGUNAAN TRANSPORTASI UMUM BERBASIS WALKABILITY DALAM MENDUKUNG MOBILITAS PERKOTAANRNBERKELANJUTAN DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Muhammad Yanis - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sofyan - 195905121987021001 - Dosen Pembimbing I
Ashfa - 197302152000031001 - Dosen Pembimbing II
Laina Hilma Sari - 198007122006042003 - Dosen Pembimbing III
Mirza Irwansyah - 196205261987101001 - Penguji
Sugiarto - 198104102006041003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1909300060022

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Program Doktor Ilmu Teknik (S3) / PDDIKTI : 20003

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana (S3)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini membahas bagaimana niat perilaku masyarakat dalam menggunakan transportasi umum dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti walkability (kenyamanan dan keterjangkauan berjalan kaki), kualitas layanan, serta unsur psikososial seperti sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan. Penelitian dilakukan di Kota Banda Aceh, kota berukuran sedang yang sedang mengembangkan sistem angkutan umum BRT-Lite (Trans Koetaradja) namun masih menghadapi tantangan rendahnya angka pengguna. Dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB), penelitian ini berusaha membangun model yang tidak hanya menjelaskan niat perilaku pengguna transportasi umum yang sudah ada, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana calon pengguna dapat tertarik untuk beralih dari kendaraan pribadi. Salah satu kontribusi penting dari penelitian ini adalah integrasi faktor eksternal seperti walkability di tempat asal dan tujuan, serta sikap terhadap lingkungan, ke dalam model niat perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walkability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat menggunakan transportasi umum baik bagi mereka yang sudah menjadi pengguna maupun yang belum. Namun, persepsi terhadap kualitas layanan hanya berdampak pada calon
pengguna, sementara kepuasan terhadap layanan ternyata tidak berperan penting dalam membentuk niat pada kedua kelompok. Sikap positif terhadap penggunaan transportasi umum dan norma sosial yang mendukung terbukti memengaruhi niat secara konsisten, sementara kontrol perilaku yang dipersepsikan hanya relevan bagi non-pengguna. Menariknya, sikap terhadap lingkungan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, yang membuka ruang refleksi tentang kesenjangan antara kesadaran lingkungan dan aksi nyata dalam konteks mobilitas. Dengan menggunakan metode SEM-PLS terhadap 500 responden, studi ini memperkuat gagasan bahwa menciptakan infrastruktur ramah pejalan kaki dan memperbaiki persepsi layanan publik dapat menjadi strategi kunci dalam mendorong pergeseran moda transportasi yang lebih berkelanjutan. Penelitian berkontribusi penting bagi pengembangan kebijakan transportasi kota sedang di negara berkembang, dengan pendekatan berbasis bukti yang menyatukan elemen fisik, sosial, dan psikososial secara integratif

This study explores how people's behavioral intention to use public transportation is influenced by factors such as walkability (the comfort and accessibility of walking), service quality, and psychosocial elements including attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. Conducted in the city of Banda Aceh—a medium-sized city currently developing its BRT-Lite (Trans Koetaradja) system—the research addresses the persistent challenge of low public transport ridership. Adopting the Theory of Planned Behavior (TPB) framework, the study aims to construct a model that not only explains the behavioral intention of current users, but also investigates how potential users might be encouraged to shift from private vehicles. One of the key contributions of this research is the integration of external factors such as walkability at both the origin and destination points, as well as environmental attitudes, into the behavioral intention model.The findings reveal that walkability has a significant impact on the intention to use public transportation for both current users and nonusers. However, perceived service quality only influences the intention of potential users, while satisfaction with service does not play a significant role for either group. Positive attitudes toward public transport and supportive social norms consistently influence behavioral intention, whereas perceived behavioral control is only relevant among non-users. Interestingly, environmental attitudes show no significant effect, prompting reflection on the gap between environmental awareness and actual behavior in mobility contexts. Using SEM-PLS analysis on 500 respondents, this study reinforces the idea that building pedestrian-friendly infrastructure and improving public service perception can serve as key strategies in promoting a shift toward more sustainable transport modes. The research offers important contributions to transport policy development in medium-sized cities in developing countries, by presenting an evidence-based approach that holistically integrates physical, social, and psychosocial dimensions

Citation



    SERVICES DESK