<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167725">
 <titleInfo>
  <title>PROSES PRODUKSI CEMILAN BANANA CHIPS BERBAHAN DASAR PISANG KEPOK DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M.Fikry Nanda Reviola</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (D3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Dorongan tren konsumsi camilan yang terus meningkat serta tingginya potensi pisang kepok sebagai bahan baku, produk ini dikembangkan sebagai camilan inovatif dengan nilai ekonomi yang tinggi. Kepok dipilih karena memiliki daging buah yang padat, cita rasa manis alami, dan sangat ideal untuk diolah menjadi keripik. Penambahan varian rasa seperti coklat dan matcha memberikan sentuhan kekinian yang membuat Banana Chips lebih menarik dibandingkan keripik pisang tradisional. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini meliputi: bagaimana proses dan biaya produksi Banana Chips, seperti apa karakteristik produknya, serta bagaimana tingkat penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada proses produksinya. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menjelaskan secara sistematis proses produksi Banana Chips, mengidentifikasi karakteristik produk dari segi warna, tekstur, dan rasa, serta mengevaluasi sejauh mana standar GMP telah diterapkan.&#13;
Metode yang digunakan adalah gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix-method). Pendekatan eksperimental diterapkan melalui uji coba produksi dan perhitungan biaya, sedangkan data primer diperoleh dari observasi langsung dan kuesioner, serta data sekunder dari studi literatur. Teknik analisis data dilakukan dengan observasi, evaluasi karakteristik organoleptik, dan perhitungan analisis Break Even Point (BEP) untuk mengetahui kelayakan usaha.&#13;
Hasil akhir menunjukkan bahwa proses produksi Banana Chips meliputi tahapan pengupasan, pengirisan, penggorengan metode deep frying, pencampuran rasa glaze coklat dan matcha, hingga pengemasan kedap udara. Produk akhir memiliki tekstur renyah, rasa seimbang, dan daya simpan hingga tiga bulan. Varian coklat dinilai paling unggul dalam hal rasa dan tekstur. Evaluasi terhadap GMP menunjukkan bahwa sebagian besar aspek telah memenuhi standar BPOM, namun aspek pelatihan sanitasi dan higiene pekerja masih perlu ditingkatkan. Usaha Banana Chips dinilai layak dijalankan dengan perhitungan BEP yang menguntungkan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BANANAS - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD PRODUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167725</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 17:18:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 17:32:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>