<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167671">
 <titleInfo>
  <title>KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR DIRNPERAIRAN KRUENG RAYA, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AYUMI DELFIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi alat tangkap rawai dasar serta&#13;
komposisi hasil tangkapan yang diperoleh nelayan di Perairan Krueng Raya, Kabupaten&#13;
Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan observasi&#13;
langsung, dengan pendekatan studi kasus terhadap delapan nelayan pengguna rawai dasar.&#13;
Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, serta dianalisis secara deskriptif&#13;
kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap rawai dasar terdiri dari enam&#13;
komponen utama, yaitu tali utama (main line), tali cabang (branch line), mata pancing&#13;
(hook), pelampung, pemberat, dan umpan, dengan variasi panjang dan jumlah yang&#13;
disesuaikan oleh masing-masing nelayan. Dari hasil tangkapan, ditemukan 12 spesies ikan&#13;
dengan total berat mencapai 1.468 kg. Spesies dominan adalah Kuwe Florida (Trachinotus&#13;
carolinus) sebesar 26%, diikuti oleh Kuwe Gerong (Carangoides ferdau) 21%, dan&#13;
Kerapu Merah (Epinephelus akaara) 15%. Temuan ini menunjukkan bahwa rawai dasar&#13;
merupakan alat tangkap yang efektif dan selektif untuk menangkap ikan demersal bernilai&#13;
ekonomis tinggi. Penelitian ini juga menekankan pentingnya praktik penangkapan yang&#13;
berkelanjutan guna menjaga keseimbangan ekosistem laut dan keberlangsungan usaha&#13;
perikanan lokal.&#13;
Kata Kunci: Rawai dasar, Konstruksi alat tangkap, hasil tangkapan, ikan demersal,&#13;
Krueng Raya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167671</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 16:33:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 17:10:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>