<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167659">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH APLIKASI EKSTRAK N-HEKSANA  BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN JAGUNG MANIS(ZEA MAYS VAR. SACCHARATA STURT L.) DAN GULMA BAYAM DURI RN(AMARANTHUS SPINOSUS L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISKA RAHMAWATI FADILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bioherbisida merupakan herbisida alami ramah lingkungan yang dibuat dari tumbuhan untuk mengendalikan pertumbuhan gulma. Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai bioherbisida adalah tumbuhan babadotan (Ageratum conyzoides L.) karena mengandung senyawa aleopati. Pelarut n-heksana merupakan pelarut non-polar yang biasa di gunakan dalam berbagai proses ekstraksi seperti minyak, lemak dan senyawa organik lainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak n-heksana babadotan terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis dan gulma bayam duri. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif  (Aquades), kontrol positif (herbisida mesotrion 50 g/l + atrazin 500 g/l), ekstrak n-heksana babadotan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Penelitian ini dimulai dari bulan November 2024 sampai Februari 2025 yang dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Gulma Departemen Agroteknologi, Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan, Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak  n-heksana babadotan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, kadar klorofil pada 2, 3, 4, 5, 7, 14, 21 dan 28 HSA, persentase keracunan tanaman jagung manis, panjang akar, luas daun namun tidak berpengaruh nyata pada kadar klorofil 13 HST dan 1 HSA terhadap tanaman jagung manis. Aplikasi ekstrak n-heksana babadotan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar klorofil 1, 2, 3, 4, 5, 7, 14, 21 dan 28 HSA, bobot kering, bobot basah, persentase keracunan terhadap gulma bayam duri namun tidak berpengaruh nyata pada kadar korofil 13 HST terhadap gulma bayam duri. Konsentrasi n-heksana babadotan terbaik yang dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan gulma bayam duri dan tidak menekan pertumbuhan tanaman jagung manis yaitu pada konsentrasi 5%. Hasil uji fitokimia terhadap sampel n-heksana babadotan positif mengandung senyawa alkaloid dan terpenoid. Hasil dari Kromatografi Gas dan Spektrometri Massa (KG-MS) terhadap sampel ekstrak n-heksana babadotan ditemukan 3 senyawa mayor yaitu7 Isopropenyl-1,4a-dimethyl-4,4a,5,6,7,8-hexahydro-3H-naphthalen-2-one(91%), Phthalic acid, hept- 4- (85%), dan Dibutyl phthalate (83%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167659</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 16:25:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 17:05:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>