<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167657">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KECERNAAN IN VITRO PELEPAH DAN DAUN KELAPA SAWIT AMONIASI FERMENTASI DENGAN LAMA AMONIASI YANG BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AZWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelepah dan daun kelapa sawit (PDKS) merupakan limbah dari perkebunan kelapa sawit yang biasanya akan menjadi sampah setelah pemanenan. Oleh karena itu, pemanfaatan PDKS sebagai pakan alternatif bagi ternak ruminansia memikili peluang yang besar sebagai pengganti rumput ditinjau dari produksinya yang melimpah. Pelepah dan daun kelapa sawit (PDKS) belum digunakan secara optimal sebagai pakan ternak alternatif terutama disebabkan fraksi serat yang cukup tinggi, terutama lignin yang menjadi faktor pembatas utama. Peningkatan permeabilitas pakan tinggi serat diupayakan dengan menggunakan teknologi pengolahan seperti amoniasi dan fermentasi. Pada pakan dengan serat kasar tinggi seperti PDKS, perlakuan fermentasi saja seringkali kurang efektif dalam menurunkan fraksi serat, maka dari itu dilakukan amoniasi sebelum fermentasi yang dapat mengoptimalkan aktivitas mikroorganisme dalam  mendegradasi serat kasar selama fermentasi. Salah satu cara mengevaluasi kualitas nutrisi suatu bahan pakan adalah dengan pengujian kecernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kecernaan secara in vitro pada PDKS yang mendapat perlakuan amofer dengan lama amoniasi yang berbeda.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September 2024 sampai Januari 2025 di Laboratorium Ilmu Nutrisi, Teknologi dan Hijauan Pakan, Depertemen Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Materi yang digunakan adalah pelepah dan daun kelapa sawit (PDKS), dedak padi, urea, biostarter komersial (MA-11), molasses, kentang. Bahan untuk pengujian in vitro yaitu cairan rumen, gas CO2, aquades, HgCL2, HCL 0,5%, pepsin, dan larutan buffer buatan McDougall (NaHCO3, Na2HPO4, l2H2O, NaCL, KCl, larutan MgCl2 dan CaCl2). Uji kecernaan in vitro dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Ternak Perah Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor Jawa Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 4 perlakuan lama fermetasi yaitu: P0 = kontrol ; P1= 7 hari ; P2= 14 hari ; P3= 21 hari. Setiap perlakuan terdiri atas 4 ulangan, sehingga diperoleh 16 unit perlakuan.  Setelah itu masing-masing perlakuan difermentasi selama 14 hari. Parameter yang diamati adalah pH, kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama amoniasi yang berbeda pada (0, 7, 14, dan 21) hari  proses amofer PDKS berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167657</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 16:24:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 17:04:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>