<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167651">
 <titleInfo>
  <title>PERAN DAYAH DALAM PENANGANAN BULLYING DI DAYAH MODERN DARUL ULUM BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raita Juwita Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pesantren Darul Ulum Banda &#13;
Aceh dalam menangani kasus bullying di kalangan santri. Penelitian ini &#13;
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan &#13;
observasi partisipatif terhadap sejumlah informan yang dipilih secara purposif. &#13;
Teori yang digunakan adalah Teori Tindakan Sosial Max Weber yang menekankan &#13;
makna subjektif di balik tindakan sosial individu dalam konteks pesantren. Hasil &#13;
penelitian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam upaya &#13;
pencegahan dan penanganan bullying melalui penguatan nilai-nilai Islam, &#13;
pembinaan karakter, serta penerapan aturan yang tegas terhadap perilaku &#13;
menyimpang. Selain itu, pesantren juga memberikan pendampingan psikologis &#13;
kepada korban, pembinaan kepada pelaku, serta edukasi kepada seluruh santri dan &#13;
keluarga mereka. Penanganan bullying dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu &#13;
preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Pendekatan preventif diwujudkan melalui &#13;
ceramah agama dan diskusi kelompok yang menanamkan nilai-nilai keislaman. &#13;
Pendekatan kuratif mencakup mediasi dan pemberian sanksi edukatif kepada &#13;
pelaku, sementara pendekatan rehabilitatif difokuskan pada pemulihan psikologis &#13;
korban. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan berbagai hambatan, &#13;
seperti keterbatasan tenaga pendidik, minimnya fasilitas pendukung, rendahnya &#13;
kesadaran korban dan pelaku, serta tekanan dari kelompok sebaya. Kendala&#13;
kendala ini menjadi tantangan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman &#13;
dan mendukung tumbuh kembang santri secara holistik. &#13;
Kata kunci: Bullying, Pesantren, Santri, Tindakan Sosial</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167651</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 16:21:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 16:48:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>