IMPLEMENTASI PROGRAM KOTA LAYAK ANAK OLEH PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DALAM KLASTER PENDIDIKAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI PROGRAM KOTA LAYAK ANAK OLEH PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR DALAM KLASTER PENDIDIKAN


Pengarang

ALVIN GALVANI HELMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1810104010065

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Program Kota Layak Anak (KLA) merupakan kebijakan nasional yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak melalui integrasi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan program ini, khususnya dalam klaster pendidikan melalui pendekatan Sekolah Ramah Anak (SRA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Kota Layak Anak dalam klaster pendidikan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung, penghambat, dan strategi sekolah dalam mendukung pemenuhan hak anak. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn serta teori partisipasi masyarakat dan peran lembaga pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program di SMAN 1 Baitussalam dan SMKN 1 Darul Kamal memiliki kekuatan pada kepemimpinan kepala sekolah, keterlibatan guru, dan budaya anti-kekerasan. Namun, masih terdapat kelemahan berupa kurangnya pelatihan guru, keterbatasan fasilitas konseling, serta rendahnya pemanfaatan forum siswa. Peluang hadir dari dukungan Dinas PPPA dan meningkatnya partisipasi orang tua, sementara ancaman datang dari budaya lama yang masih dominan dan minimnya integrasi kebijakan antarinstansi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan berkelanjutan, penyediaan fasilitas psikososial, serta penguatan koordinasi antar lembaga. Implementasi KLA di Aceh Besar harus terus dievaluasi secara kontekstual agar dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar layak dan ramah anak.

The Child-Friendly City (Kota Layak Anak/KLA) Program is a national policy aimed at ensuring the fulfillment of children's rights through integrated policies and cross-sectoral collaboration. The Government of Aceh Besar Regency has demonstrated its commitment to this program, particularly in the education cluster through the implementation of Child-Friendly Schools (Sekolah Ramah Anak/SRA). This study aims to evaluate the implementation of the Child-Friendly City Program in the education cluster and identify supporting and inhibiting factors, as well as school strategies in promoting children's rights. The research uses Van Meter and Van Horn's policy implementation theory, along with theories of community participation and the role of educational institutions. This study employs a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of the program at SMAN 1 Baitussalam and SMKN 1 Darul Kamal shows strengths in the proactive leadership of principals, teacher involvement, and an anti-violence school culture. However, weaknesses remain, such as the lack of continuous teacher training, limited psychosocial support facilities, and underutilized student forums. Opportunities include support from the Women’s Empowerment and Child Protection Office and increased parental involvement, while threats include lingering authoritarian educational practices and weak policy integration. The study recommends enhancing teacher training, providing psychosocial facilities, and strengthening inter-agency coordination. The implementation of the KLA program in Aceh Besar must continue to be contextually evaluated to foster a truly child-friendly educational environment.

Citation



    SERVICES DESK