<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167639">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PENGGUNAAN DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L) PADA PENGASAPAN DAGING ITIK ALABIO TERHADAP KEEMPUKAN DAN DAYA IKAT AIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairunnisak</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ternak unggas merupakan salah satu sumber pangan hewani yang memiliki nilai gizi tinggi bagi manusia karena kaya akan protein, lemak, mineral, serta beberapa vitamin B. Salah satu jenis unggas yang banyak dibudidayakan adalah itik. Itik merupakan nama umum untuk beberapa jenis burung dalam keluarga Anatidae yang berukuran lebih kecil dibandingkan angsa dan tersebar luas hampir di seluruh wilayah Indonesia. Itik dikenal sebagai hewan ternak penghasil telur dan daging yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun pepaya dalam proses pengasapan daging itik Alabio terhadap nilai keempukan dan daya ikat air. Proses pengasapan dan pengujian keempukan dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pengolahan Daging, sedangkan analisis daya ikat air dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan (total 16 unit percobaan). Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (kontrol, tanpa penambahan enzim papain), P1 (penambahan 5% enzim papain dari berat daging), P2 (10%), dan P3 (15%), dengan parameter pengamatan meliputi keempukan dan daya ikat air.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan enzim papain pada berbagai level tidak memberikan pengaruh yang nyata (P&gt;0,05) terhadap keempukan daging itik Alabio. Rataan keempukan tertinggi terdapat pada P1 (2,84 mm/g/d), sedangkan terendah pada P3 (2,45 mm/g/d). Namun, penggunaan daun pepaya berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167639</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 16:11:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 17:01:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>