<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167621">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KOMPOSISI AGROFORESTRI KOPI PADA KAWASAN HUTAN DI DESA BAH KECAMATAN KETOL ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FITRI MARWATUL IZZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hutan termasuk ekosistem yang memiliki ciri khas, terutama dengan keberadaan pepohonan dan sumber daya alam hayati di dalamnya. Pengelolaan dan pelestarian hutan memerlukan pemahaman mendalam tentang pendekatan ekologis dan ekosistem. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan hutan adalah alih guna lahan. Salah satu bentuk konversi lahan yang sering terjadi adalah perubahan fungsi hutan yang berdampak siginifikan terhadap aspek ekologis. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan alih guna lahan adalah sistem agroforestri. Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan yang mengombinasikan tanaman pertanian, tanaman kehutanan, serta peternakan dalam satu lahan secara bersamaan maupun secara periodik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi agroforestri kopi dalam kawasan dan untuk mengetahui indeks keanekaragaman vegetasi pada agroforestri kopi dalam kawasan hutan  di Desa Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling yaitu dengan menempatkan titik plot sample awal secara acak. Metode garis berpetak dipilih agar pengerjaan lebih cepat dan sederhana sehingga tidak memakan waktu lama dan kesalahan timbul paling sedikit dari pada metode yang lain.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam sistem agroforestri di Desa Bah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah ditemukan 12 Famili 15 jenis dari 169 individu, yang dimana terdapat lebih dari 1 individu dalam 1 Famili yaitu Famili Fabaceae ada gamal (Gliricida sepium) dan lamtoro (Leucaena leucocephala), Famili Lauraceae ada alpukat (Persea americana) dan kayu manis (Cinnamomum verum) dan Famili Myrtaceae ada jambu air (Syzygium agueum) dan jambu kristal (Psidium guava L. Cultivar kristal). Jumlah individu pada strata pohon yang lebih dominan ditemukan pada lamtoro (Leucaena leucocephala) sebanyak 92 individu. Dengan tanaman yang paling sering dijumpai pada setiap plot yaitu lamtoro dengan jumlah 92 individu dan yang paling sedikit yaitu kayu manis, kemiri, pinang dan sawo dengan jumlah 1 individu. Indeks keanekaragaman pada tingkat pohon tergolong sedang yaitu 1,73, indeks kemerataan pada tingkat pohon tergolong sedang yaitu 0,63 dan indeks kekayaan jenis pada tingkat pohon tergolong rendah yaitu 2,72. Secara keseluruhan, komposisi pohon dalam sistem agroforestri kopi di Desa Bah dapat dikategorikan sebagai sistem berstruktur sedang dengan kecenderungan keanekaragaman jenis yang tidak terlalu tinggi. Sistem agroforestri kopi di Desa Bah memiliki struktur tegakan yang kompleks, baik secara horizontal maupun vertikal, serta pola penyebaran tanaman yang dipengaruhi oleh interaksi antara praktik petani dan proses alami. Kompleksitas ini menjadi cerminan dari adaptasi petani dalam memanfaatkan ruang dan sumber daya lahan secara optimal, meskipun perlu perhatian lebih terhadap pengelolaan keragaman jenis agar kompetisi antar tanaman tidak berdampak negatif terhadap produktivitas kopi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGROFORESTRY</topic>
 </subject>
 <classification>634.99</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167621</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 16:03:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-20 15:15:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>