<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167611">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TARMIZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kompetisi politik di Aceh Utara sangat dipengaruhi oleh identitas pascakonflik, nilai-nilai budaya lokal, serta kekuatan jejaring sosial personal. Dalam konteks ini, keberhasilan Nasrizal alias Cek Bay dalam memenangkan Pemilu Legislatif DPRK Aceh Utara tahun 2019 dan 2024 menjadi studi menarik tentang penerapan strategi marketing politik di tingkat akar rumput. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi marketing politik yang diterapkan oleh Cek Bay dalam memenangkan pemilihan legislatif DPRK Aceh Utara pada Pemilu 2019 dan 2024, serta (2) mengkaji bagaimana strategi push, pull, dan pass digunakan untuk menarik dukungan pemilih di daerah pemilihannya. Secara teoritis, kajian ini menggunakan kerangka marketing politik dengan pendekatan model 3P (push, pull, pass) sebagaimana dikembangkan oleh Lees-Marshment. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara lapangan, analisis konten media, dan observasi terhadap praktik kampanye di kedua periode pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan kampanye Cek Bay tidak hanya bergantung pada kekuatan partai atau logistik, tetapi lebih ditentukan oleh strategi marketing politik yang kontekstual dan terstruktur. Strategi push dijalankan melalui pendekatan langsung seperti door to door, diskusi informal di warung kopi dan meunasah, serta kehadiran pribadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Strategi pull dibangun lewat pencitraan konsisten sebagai mantan kombatan GAM yang kini hadir sebagai wakil rakyat yang peduli, sederhana, dan religius. Ia aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan dan menggunakan simbol perjuangan sebagai elemen daya tarik politik. Adapun strategi pass diwujudkan melalui dukungan sukarela dari tokoh adat, ulama, dan jaringan mantan kombatan, yang tumbuh secara organik dan bersifat jangka panjang. Keseluruhan strategi ini menunjukkan bahwa kemenangan politik di level lokal seperti di Aceh Utara sangat bergantung pada pemahaman mendalam terhadap struktur sosial, nilai-nilai budaya, dan komunikasi politik yang adaptif. Figur Cek Bay menjadi contoh bahwa kekuatan personal yang konsisten dan berakar pada konteks lokal mampu membangun legitimasi politik yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Strategi kampanye, political marketing, Cek Bay.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 15:59:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 16:25:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>