<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167597">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA LUBUK BAYAS KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TSABITAH TSARWAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertanian organik menjadi salah satu pendekatan penting dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan menyehatkan konsumen. Desa Lubuk Bayas di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, merupakan kawasan percontohan usahatani padi organik bersertifikasi. Meskipun luas lahan meningkat dari tahun 2020 hingga 2022, produksi justru mengalami penurunan, yang mengindikasikan adanya risiko dalam sistem produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi usahatani padi organik berdasarkan probabilitas, dampak, dan pemetaan risiko, serta merumuskan strategi pengendalian yang tepat. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025 dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel diambil secara jenuh dari seluruh populasi petani padi organik sebanyak 25 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan varians, simpangan baku, koefisien variasi, serta pemetaan risiko dan analisis SWOT. Hasil menunjukkan bahwa risiko produksi tergolong sangat rendah, dengan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,02. Risiko utama berasal dari cuaca ekstrem, serangan hama, dan kerusakan alat. Strategi pengendalian yang diterapkan meliputi kombinasi strategi S-O, W-O, S-T, dan W-T, yang mengoptimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal serta mengurangi kelemahan dan ancaman. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan adaptabilitas petani terhadap risiko dan mendukung keberlanjutan usahatani padi organik.&#13;
&#13;
Kata kunci: Padi Organik, Risiko Produksi, Usahatani, Koefisien Variasi, SWOT.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ORGANIC FARMING</topic>
 </subject>
 <classification>338.173 18</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167597</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 15:55:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-11-25 15:34:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>