<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167547">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI GAMPONG PANDE OLEH PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurmiswari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, dengan fokus pada aspek keadilan distributif dan prosedural. Kebijakan ini menuai penolakan dari masyarakat dan organisasi seperti Forum Masyarakat Penyelamat Situs Sejarah Gampong Pande (Formasigapa) serta Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa), karena lokasi pembangunan bertepatan dengan situs cagar budaya peninggalan Kerajaan Aceh Darussalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, dokumentasi, dan analisis data berdasarkan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan IPAL belum efektif dan efisien karena minimnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan serta penolakan yang muncul akibat ketidakpekaan terhadap nilai historis dan budaya. Dari aspek keadilan, kebijakan ini dinilai tidak adil secara distributif karena manfaat IPAL dinikmati oleh seluruh warga Banda Aceh, sementara beban kerusakan situs sejarah hanya ditanggung oleh seluruh masyarakat Aceh. Secara prosedural, proses kebijakan bersifat kurang transparan, dengan kajian arkeologi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dianggap bias karena konflik kepentingan.  Penelitian ini merekomendasikan peningkatan partisipasi masyarakat, transparansi kebijakan, serta harmonisasi antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya. Implikasi jangka panjang dari kebijakan ini berpotensi melemahkan legitimasi pemerintah dan menjadi preseden buruk bagi pelestarian cagar budaya di Aceh.  &#13;
Kata Kunci: Evaluasi Kebijakan, IPAL, Gampong Pande.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 15:32:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-26 09:08:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>