KEARIFAN LOKAL DAN KEBERLANJUTAN EKOLOGISPADA MASYARAKAT DI KECAMATAN TRIPA MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEARIFAN LOKAL DAN KEBERLANJUTAN EKOLOGISPADA MASYARAKAT DI KECAMATAN TRIPA MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA


Pengarang

DEVI INTAN CHADIJAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110101010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan dan pemahaman masyarakat terhadap hutan, serta bagaimana perubahan tindakan sosial-budaya (kearifan lokal) masyarakat mempengaruhi keberlanjutan ekologis di Kecamatan Tripa Makmur. Skripsi ini menggunakan penelitian jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Penentuan subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yakni teknik yang dipakai dengan mengacu kepada tujuan serta target dari penelitian ini sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan masyarakat Tripa Makmur terhadap hutan dahulu dan sekarang terjadi perbedaan. Pemaknaan yang berbeda tersebut menyebabkan terjadinya perubahan pola perilaku serta tindakan masyarakat dalam mengfungsikan hutan. Tindakan ini dipengaruhi oleh pengalaman, nilai, dan norma masyarakat terhadap hutan yang didapat melalui sosial budaya masyarakat yang tumbuh dan berkembang, ekonomi dan kepentingan lingkungan. Adapun kemudian perubahan tindakan sosial budaya (kearifan lokal) yang terjadi tersebut berdampak pada keberlanjutan ekologis. Perubahan aktivitas terhadap hutan memiliki dampak positif dan negatif. Pada satu sisi, dalam jangka pendek, hutan menjadi sumber kehidupan masyarakat. Pada sisi lain, dan dalam jangka panjang, ada kecenderungan terbentuk pribadi yang individualistik dikalangan masyarakat. Melemahnya fungsi adat dan kearifan kolektif peulara uteun menyebabkan keberlanjutan ekologis hutan menjadi rusak dan terganggu.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK