<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="16749">
 <titleInfo>
  <title>KEARIFAN LOKAL DAN KEBERLANJUTAN EKOLOGISPADA MASYARAKAT DI KECAMATAN TRIPA MAKMUR KABUPATEN NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEVI INTAN CHADIJAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan dan pemahaman masyarakat terhadap hutan,  serta bagaimana perubahan  tindakan  sosial-budaya (kearifan  lokal)  masyarakat  mempengaruhi  keberlanjutan  ekologis di  Kecamatan Tripa Makmur. Skripsi ini menggunakan penelitian jenis kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Penentuan  subjek  penelitian  dilakukan  dengan  menggunakan teknik purposive sampling, yakni  teknik  yang  dipakai  dengan  mengacu  kepada  tujuan  serta  target dari  penelitian  ini  sendiri.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa pemaknaan masyarakat Tripa Makmur terhadap hutan dahulu dan sekarang terjadi perbedaan. Pemaknaan  yang  berbeda  tersebut  menyebabkan  terjadinya  perubahan pola perilaku  serta  tindakan  masyarakat  dalam  mengfungsikan  hutan.  Tindakan  ini dipengaruhi  oleh  pengalaman,  nilai,  dan  norma  masyarakat  terhadap  hutan  yang didapat melalui sosial budaya masyarakat yang tumbuh dan berkembang, ekonomi dan kepentingan lingkungan. Adapun kemudian perubahan tindakan sosial budaya (kearifan  lokal)  yang  terjadi  tersebut  berdampak  pada  keberlanjutan  ekologis. Perubahan  aktivitas  terhadap  hutan  memiliki  dampak  positif  dan  negatif.  Pada satu  sisi,  dalam  jangka  pendek,  hutan  menjadi  sumber  kehidupan  masyarakat. Pada  sisi  lain,  dan  dalam  jangka  panjang,  ada  kecenderungan  terbentuk  pribadi yang individualistik dikalangan masyarakat. Melemahnya fungsi adat dan kearifan kolektif peulara uteun menyebabkan keberlanjutan ekologis hutan menjadi rusak dan terganggu.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>16749</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-10-08 14:57:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-13 11:08:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>