Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN ACEH TAMIANG PERIODE 2024-2029
Pengarang
IHDA ALTAQWADINUR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nofriadi - 198911032024211001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110104010043
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
328.334
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Aceh Tamiang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang menyelenggarakan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang penelitian ini terkhususnya keterwakilan perempuan pada periode 2024-2026 yang mengalami penurunan. Penurunan ini mencerminkan kegagalan dalam implementasi kebijakan afirmatif, meskipun kuota 30% keterwakilan perempuan telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan. Penelitian ini menggunakan teori keterwakilan dari Hana F. Pitkin yang mencakup empat dimensi keterwakilan: deskriptif, substantif, simbolik, dan formal, Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan informan yang berasal dari anggota DPRK, calon legislatif perempuan yang tidak terpilih, penyelenggara pemilu, akademisi, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan keterwakilan perempuan DPRK Aceh Tamiang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain lemahnya komitmen partai politik dalam mendukung calon perempuan, kurangnya dukungan pada masa kampanye, masih terdapat budaya patriarki di masyarakat Aceh Tamiang, serta beban ganda yang dihadapi perempuan. Kondisi ini tidak hanya menghambat keterwakilan secara jumlah, tetapi juga berimplikasi pada menurunnya keterwakilan substansi dan simbolik dalam pengambilan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan agar partai politik meningkatkan komitmen terhadap pencalonan perempuan, menyediakan pelatihan kepemimpinan politik secara berkelanjutan, serta mendorong perubahan budaya politik yang lebih inklusif. Selain itu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pelaksanaan kuota afirmatif dan strategi peningkatan partisipasi perempuan dalam politik lokal. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan keterwakilan perempuan di DPRK Aceh Tamiang dapat meningkat secara kuantitatif dan kualitatif pada masa mendatang.
Kata Kunci : Keterwakilan perempuan, DPRK Aceh Tamiang, politik lokal, kebijakan afirmatif, Hana F. Pitkin.
ABSTRACT Aceh Tamiang is one of the districts in Aceh Province that held the election of members of the Aceh Tamiang Regency House of Representatives, this research, especially the representation of women in the 2024-2026 period which has decreased. This decline reflects a failure in the implementation of affirmative policies, even though the quota of 30% female representation has been mandated by Law Number 7 of 2017 concerning General Elections. This study aims to find out and analyze the factors that cause the decline. This study uses the representation theory of Hana F. Pitkin which includes four dimensions of representation: descriptive, substantive, symbolic, and formal, Using qualitative research methods with a descriptive approach with data collection methods carried out through interviews, field observations, and documentation, with informants from DPRK members, unelected female legislative candidates, election organizers, academics, and the public. The results of the study show that the decline in women's representation in the Aceh Tamiang DPRK is caused by several factors, including the weak commitment of political parties in supporting female candidates, the lack of support during the campaign period, the patriarchal culture in the Aceh Tamiang community, and the double burden faced by women. This condition not only hinders representation in quantity, but also has implications for a decrease in substantive and symbolic representation in policy-making. This study recommends that political parties increase their commitment to women's candidacy, provide ongoing political leadership training, and encourage more inclusive political culture change. In addition, a thorough evaluation of the effectiveness of the implementation of affirmative quotas and strategies to increase women's participation in local politics is needed. With these steps, it is hoped that women's representation in the Aceh Tamiang DPRK can increase quantitatively and qualitatively in the future Keywords : Women's representation, DPRK Aceh Tamiang, local politics, affirmative policy, Hana F. Pitkin.
UPAYA MEMPERKUAT KAPASITAS POLITIK PEREMPUAN (SUATU KAJIAN PERSPEKTIF MASYARAKAT DI KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE) (Mastura, 2016)
KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014 (SUFIA MAULIZA, 2016)
ANALISIS KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN ACEH TAMIANG PERIODE 2024-2029 (IHDA ALTAQWADINUR, 2025)
PENINGKATAN KETERWAKILAN PEREMPUANRNPADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019RNDI KABUPATEN ACEH TENGAH (Selfiyana, 2022)
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN UNDANG-UNDANG NO.RN7 TAHUN 2017 PADA REPRESENTASI PEREMPUAN DI DEWANRNPERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN ACEH JAYA (Mutiara Maysari, 2026)