<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167371">
 <titleInfo>
  <title>TRANSFORMASI SOSIAL POLITIK DAN KEPEMIMPINAN RNTRADISIONAL DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IQBAL KHUSSY PADANG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Kepemimpinan tradisional merupakan suatu gaya kepemimpinan yang tersebar di&#13;
seluruh Indonesia dengan gaya tradisionalnya yang unik dan berbeda-beda, salah &#13;
satunya ialah dinamika kepemimpinan tradisional di Aceh yang terbagi kedalam &#13;
beberapa periodisasi. Dimulai dari era Kesultanan, era kolonialisme, era pasca &#13;
kemerdekaan hingga pasca MoU Helsinki. Fenomena transformasi sosial dan politik &#13;
yang terjadi dalam setiap periode tersebut memberikan dampak signifikan terhadap &#13;
hilang/timbulnya institusi kepemimpinan tradisional dalam setiap era. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan sosial politik mempengaruhi hilang &#13;
atau timbulnya institusi kepemimpinan tradisional Aceh, serta menganalisis eksistensi &#13;
dan esensi pemimpin tradisional dalam setiap era. Penelitian ini menggunakan teori &#13;
kepemimpinan tradisional yang dikembangkan oleh Robert House. Metode dalam &#13;
penelitian ini adalah kualitatif bersifat studi kepustakaan serta didukung oleh &#13;
wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa institusi&#13;
kepemimpinan tradisional Aceh mengalami banyak perubahan dari fase kesultanan &#13;
hingga ke fase selanjutnya disebabkan oleh banyak faktor diantaranya faktor internal &#13;
yang terjadi di dalam masyarakat Aceh itu sendiri, ada juga faktor eksternal dari luar &#13;
yang menyebabkan perubahan dalam kepemimpinan tradisional Aceh. Lembaga &#13;
seperti Wali Nanggroe merupakan bukti kontemporer dari kesinambungan nilai-nilai &#13;
adat dalam struktur politik Aceh masa kini. Temuan ini menegaskan bahwa &#13;
kepemimpinan tradisional Aceh tidak sekadar simbol masa lalu, tetapi menjadi &#13;
elemen penting dalam menjaga identitas budaya, menguatkan legitimasi sosial, dan &#13;
merawat harmoni masyarakat. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi agar &#13;
pemerintah mampu merangkul peran strategis kepemimpinan adat sebagai mitra &#13;
dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, yaitu moderen dan &#13;
tetap berbasis nilai-nilai kearifan lokal.&#13;
Kata Kunci: Transformasi Sosial-politik, Kepemimpinan Tradisional, Sejarah Politik &#13;
Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167371</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 13:21:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 14:48:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>