<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167349">
 <titleInfo>
  <title>ANALISI JEJAK AIR (WATER FOOTPRINT) KONSUMSI PANGAN DI DAS KRUENG ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jilya Nisa Kharisma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia sebagai negara tropis memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah air yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Namun, meskipun terlihat melimpah, hanya kurang dari 1% total air di bumi yang tersedia dalam bentuk air tawar dan dapat dimanfaatkan. Keterbatasan ini diperburuk oleh pertumbuhan jumlah penduduk serta penurunan kualitas air, yang pada akhirnya memengaruhi produksi dan pola konsumsi pangan masyarakat. Tanpa strategi pengelolaan yang tepat terhadap berbagai sumber daya air seperti air permukaan, air tanah, dan air hujan, ancaman krisis air bisa saja terjadi di masa mendatang. Sebagai langkah untuk mengevaluasi dan memahami penggunaan air, dikembangkanlah konsep jejak air (water footprint), yakni total volume air yang digunakan oleh individu atau kelompok dalam proses produksi barang dan jasa. Pendekatan ini menjadi penting untuk diterapkan terutama di kawasan-kawasan yang menjadi sumber air seperti Daerah Aliran Sungai (DAS), guna memastikan pengelolaan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung jejak air konsumsi pangan masyarakat di DAS Krueng Aceh berdasarkan pola konsumsi pangan masyarakat. DAS Krueng Aceh dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki peran penting sebagai penyedia utama air bagi pertanian dan masyarakat di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Microsoft Office dan Microsoft Excel. Data yang dianalisis meliputi jumlah penduduk tahun 2022, data konsumsi pangan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022, data air virtual, serta studi pustaka yang relevan.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat yang tinggal di wilayah DAS Krueng Aceh cenderung mengonsumsi lebih banyak pangan nabati dibandingkan pangan hewani. Rata-rata konsumsi pangan nabati mencapai 258,10 kg per kapita per tahun, sedangkan konsumsi pangan hewani hanya sekitar 39,62 kg per kapita per tahun. Pola konsumsi ini mencerminkan keterkaitan antara preferensi pangan masyarakat dengan tekanan terhadap sumber daya air, sehingga dapat dijadikan acuan dalam merancang kebijakan pengelolaan air yang berkelanjutan. Sementara itu, kebutuhan air konsumsi pangan berdasarkan water footprint di DAS Krueng Aceh sebesar 290.048.915.014,39 m3/tahun. Adapun untuk perkotaan sebesar 128.952.466.375,00 m3/tahun dan perdesaan 161.096.448.639,39 sebesar m3/tahun.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Konsumsi, Pangan, Jejak Air, DAS.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167349</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 12:47:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 14:56:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>