<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167317">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI POTONG LOKAL DI RNKECAMATAN BANDAR MASILAM KABUPATEN SIMALUNGUN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FAKHRUL FAUZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat penerapan aspek teknis pemeliharaan &#13;
sapi potong lokal oleh peternak di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun. &#13;
Aspek teknis yang ditinjau meliputi pemuliaan dan reproduksi, pemberian pakan, tatalaksana &#13;
pemeliharaan, manajemen kesehatan, serta sistem perkandangan. Penelitian ini &#13;
menggunakan metode survei dengan 46 responden yang dipilih dari dua desa yaitu Bandar &#13;
Silou dan Gunung Serawan, berdasarkan jumlah populasi ternak tertinggi. Data primer &#13;
diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan &#13;
data sekunder diperoleh dari instansi terkait. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total penerapan aspek teknis &#13;
pemeliharaan mencapai 59,45% dari standar 100%, yang tergolong dalam kategori &quot;kurang&quot; &#13;
menurut pedoman Direktorat Jenderal Peternakan (1992). Aspek dengan penerapan tertinggi &#13;
adalah sistem kandang dan perlengkapannya (92,13%), sementara aspek dengan penerapan &#13;
terendah adalah pemberian pakan (35,86%). Mayoritas peternak masih menggunakan sistem &#13;
pemeliharaan semi intensif dan belum menerapkan teknologi modern secara optimal, &#13;
terutama dalam aspek reproduksi dan manajemen pakan. &#13;
Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya penerapan teknis di antaranya adalah &#13;
keterbatasan pengetahuan peternak, rendahnya akses terhadap pelatihan, serta anggapan &#13;
bahwa sistem tradisional sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan. Temuan &#13;
ini menunjukkan perlunya intervensi melalui penyuluhan dan pelatihan teknis yang &#13;
berkelanjutan. &#13;
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan &#13;
instansi terkait dalam menyusun strategi peningkatan kapasitas peternak guna &#13;
mengoptimalkan produktivitas sapi potong lokal di wilayah tersebut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BEEF CATTLE - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.213</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167317</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 12:16:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-24 15:56:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>