Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL PADA FILM PENYALIN CAHAYA (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK)
Pengarang
HAUZAN AMJAD - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Hamdani M. Syam - 197808162008011012 - Dosen Pembimbing I
Zakirah Azman - 198801122022032005 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1810102010089
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pelecehan dan kekerasan seksual merupakan sebuah isu yang masih sering terdengar dan terus
meningkat setiap tahunnya pada era dominasi media baru meski dengan banyaknya literasi
terkait dampak buruk yang diterima oleh korban. Perilaku ini tak jarang terjadi dalam ruang
lingkup yang dipandang aman seperti lingkungan kantor dan universitas. Pelakunya juga sering
kali merupakan orang yang cenderung mengenal dekat korban seperti sahabat, teman kerja,
hingga sanak famili sendiri. Salah satu upaya mengedukasi khalayak mengenai bagaimana
bentuk pelecehan dan kekerasan seksual yang hadir dalam kehidupan sehari-hari serta
dampaknya pada korban adalah melalui media film yang dianggap cukup efektif dan memiliki
pengaruh lebih dalam menyampaikan gagasan dan juga realita jika dibandingkan dengan media
lainnya. Bersamaan dengan itu, film Penyalin Cahaya yang datang dengan gelar “Film Cerita
Panjang Terbaik” dalam ajang Piala Citra 2022 dianggap sebagai salah satu solusi yang tepat
untuk menyampaikan pesan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pesan
pelecehan dan kekerasan seksual ditampilkan dalam film Penyalin Cahaya. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni hanya terbatas pada bahasan untuk
menggambarkan suatu masalah melalui analisis sampel untuk pengumpulan data. Teori yang
digunakan adalah konsep wacana kritis Teun A. Van Dijk yang berfokus pada struktur makro,
superstruktur, dan struktur mikro pada sebuah wacana seperti film. Pemilihan unit analisis data
dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu penentuan dengan
pertimbangan kriteria tertentu seperti adegan/scene yang mengandung muatan pelecehan dan
kekerasan seksual. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa film ini mengangkat dua tema
utama, yaitu pelecehan dan kekerasan seksual dalam ruang lingkup universitas serta
ketidakadilan terhadap korban dan perjuangan penyintas kekerasan seksual. Pesan tersebut
disampaikan melalui berbagai elemen film seperti latar, grafis, dan ekspresi karakter, yang
menekankan dampak psikologis dan fisik dari kekerasan seksual. Secara keseluruhan, film ini
menggambarkan pentingnya kesadaran sosial tentang ketidakadilan yang dialami korban dan
perjuangan mereka untuk memperoleh keadilan
Sexual harassment and violence remain prevalent issues that continue to escalate each year in the era of new media dominance, despite the abundance of literacy regarding the negative impact experienced by victims. These behaviors often occur in seemingly safe environments such as the workplace and university settings. Perpetrators are also frequently individuals closely acquainted with the victims, such as friends, colleagues, or even family members. One effective means of educating the public about the forms of sexual harassment and violence present in everyday life and their impact on victims is through the medium of film, considered to be influential and impactful compared to other media forms. In line with this, the film "Penyalin Cahaya", awarded as the "Best Feature Film" at the 2022 Citra Awards, is considered an apt solution for conveying such messages. This research aims to examine how the messages of sexual harassment and violence are portrayed in the film "Penyalin Cahaya”. The research employs a qualitative descriptive method, limited to discussing and describing a problem through the analysis of samples for data collection. The theoretical framework utilized is Teun A. Van Dijk's critical discourse concept, focusing on macrostructure, superstructure, and microstructure in discourse such as film. The research uses purposive sampling, selecting units of analysis based on specific criteria, such as scenes containing elements of sexual harassment and violence. The results of this study conclude that the film raises two main themes: sexual harassment and violence within the university setting, as well as the injustice faced by victims and the struggle of sexual violence survivors. This message is conveyed through various elements of the film, such as the setting, graphics, and character expressions, which highlight the psychological and physical impacts of sexual violence. Overall, the film depicts the importance of social awareness regarding the injustices faced by victims and their fight for justice.
ANALISIS PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL PADA FILM PENYALIN CAHAYA (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK) (HAUZAN AMJAD, 2025)
ANALISIS BENTUK PATOLOGI SOSIAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA (Wulan Farah Diba, 2023)
REPRESENTASI PEMBUNGKAMAN TERHADAP PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE) (MUHAMMAD ANANDA KAUTSAR, 2024)
ANALISIS WACANA PEMBERITAAN PRAHARA RUMAH DINAS UNSYIAH PADA MAJALAH WARTA UNSYIAH (OZA AKMAL MAULANA, 2017)
KETERBUKAAN DIRI PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL DALAM PROSES PENDAMPINGAN SATUAN TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Bintang Aulia, 2023)