<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167295">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PELECEHAN DAN KEKERASAN SEKSUAL PADA FILM PENYALIN CAHAYA (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A. VAN DIJK)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAUZAN  AMJAD</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelecehan dan kekerasan seksual merupakan sebuah isu yang masih sering terdengar dan terus &#13;
meningkat setiap tahunnya pada era dominasi media baru meski dengan banyaknya literasi &#13;
terkait dampak buruk yang diterima oleh korban. Perilaku ini tak jarang terjadi dalam ruang &#13;
lingkup yang dipandang aman seperti lingkungan kantor dan universitas. Pelakunya juga sering &#13;
kali merupakan orang yang cenderung mengenal dekat korban seperti sahabat, teman kerja, &#13;
hingga sanak famili sendiri. Salah satu upaya mengedukasi khalayak mengenai bagaimana &#13;
bentuk pelecehan dan kekerasan seksual yang hadir dalam kehidupan sehari-hari serta &#13;
dampaknya pada korban adalah melalui media film yang dianggap cukup efektif dan memiliki &#13;
pengaruh lebih dalam menyampaikan gagasan dan juga realita jika dibandingkan dengan media &#13;
lainnya. Bersamaan dengan itu, film Penyalin Cahaya yang datang dengan gelar “Film Cerita &#13;
Panjang Terbaik” dalam ajang Piala Citra 2022 dianggap sebagai salah satu solusi yang tepat &#13;
untuk menyampaikan pesan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pesan &#13;
pelecehan dan kekerasan seksual ditampilkan dalam film Penyalin Cahaya. Penelitian ini &#13;
menggunakan metode kualitatif deskriptif, yakni hanya terbatas pada bahasan untuk &#13;
menggambarkan suatu masalah melalui analisis sampel untuk pengumpulan data. Teori yang &#13;
digunakan adalah konsep wacana kritis Teun A. Van Dijk yang berfokus pada struktur makro, &#13;
superstruktur, dan struktur mikro pada sebuah wacana seperti film. Pemilihan unit analisis data &#13;
dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu penentuan dengan &#13;
pertimbangan kriteria tertentu seperti adegan/scene yang mengandung muatan pelecehan dan &#13;
kekerasan seksual. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa film ini mengangkat dua tema &#13;
utama, yaitu pelecehan dan kekerasan seksual dalam ruang lingkup universitas serta &#13;
ketidakadilan terhadap korban dan perjuangan penyintas kekerasan seksual. Pesan tersebut &#13;
disampaikan melalui berbagai elemen film seperti latar, grafis, dan ekspresi karakter, yang &#13;
menekankan dampak psikologis dan fisik dari kekerasan seksual. Secara keseluruhan, film ini &#13;
menggambarkan pentingnya kesadaran sosial tentang ketidakadilan yang dialami korban dan &#13;
perjuangan mereka untuk memperoleh keadilan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167295</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 12:05:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 14:35:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>