<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167293">
 <titleInfo>
  <title>PERSAINGAN USAHA TERHADAP PENGGUNAAN PENGGILINGAN PADI KELILING TANPA IZIN USAHA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH MEUKEK, ACEH SELATAN )</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Indah Rahayu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di bidang penggilingan padi, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Di Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, muncul dua model usaha penggilingan padi, yaitu penggilingan padi menetap yang berizin dan penggilingan padi keliling tanpa izin. Fenomena ini memunculkan persaingan usaha yang tidak sehat, di mana penggilingan padi keliling tanpa izin kerap kali mengabaikan aturan hukum dan merugikan pelaku usaha yang telah memenuhi kewajiban legalitas. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan omset pada pelaku usaha penggilingan padi menetap serta mengevaluasi upaya yang ditempuh oleh pemerintah agar tidak terjadi persaingan usaha tidak sehat di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Data sekunder meliputi analisis peraturan perundang-undangan, buku, artikel, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan perizinan usaha dan persaingan usaha tidak sehat.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan penggilingan padi keliling tanpa izin usaha di Kecamatan Meukek dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran hukum di kalangan pelaku usaha, biaya perizinan yang dianggap memberatkan, dan lemahnya pengawasan dari pemerintah daerah. Praktik ini memicu persaingan usaha yang tidak sehat, merugikan penggilingan padi menetap yang telah berizin, serta berpotensi menghambat terciptanya iklim usaha yang kondusif di sektor pertanian. &#13;
&#13;
Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pemerintah daerah meningkatkan intensitas sosialisasi tentang pentingnya legalitas usaha, menyederhanakan prosedur dan menyesuaikan biaya perizinan agar tidak memberatkan pelaku usaha kecil, serta memperkuat pengawasan dan penegakan hukum dengan melibatkan aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan asosiasi penggilingan padi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167293</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 12:04:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 18:43:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>