Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KONSTRUKSI SOSIAL GAYA BERPAKAIAN DI KALANGAN PEREMPUAN GEN Z (STUDI FENOMENOLOGI DI BANDA ACEH)
Pengarang
Afifah Syahira - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110101010051
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : ., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perkembangan tren fashion yang berkembang pesat di era digital, turut mempengaruhi cara perempuan Gen Z dalam membentuk dan mengekspresikan dirinya melalui gaya berpakaian, termasuk perempuan Gen Z yang tinggal di Banda Aceh yaitu sebuah kota yang terkenal dengan nilai syariat Islamnya. Dalam realitas ini, perempuan Gen Z di Banda Aceh dihadapkan pada dua kondisi tarik-menarik antara mengikuti tren modern dan tetap menjaga norma berpakaian sesuai norma budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi sosial gaya berpakaian di kalangan perempuan Gen Z di Banda Aceh yang berada dalam kondisi dilema antara dua relaitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggali pengalaman subjektif lima informan perempuan Gen Z di Banda Aceh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu teori konstruksi sosial Peter L. Berger yang mencakup tiga momen dialektika: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Gen Z di Banda Aceh yang merasa dalam kondisi tarik-menarik dua realitas ini tergolong dalam kategori moderat adaptif, yakni mampu beradaptasi dengan tren fashion modern tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Gaya berpakaian perempuan Gen Z di Banda Aceh dengan kelompok moderat adaptif merupakan hasil dari proses sosial yang kompleks yang dipengaruhi oleh media sosial, nilai agama, pengalaman keluarga, serta norma budaya yang berlaku. Informan tidak spontan meniru tren yang berkembang, tetapi menyesuaikannya agar tetap sejalan dengan nilai kesopanan dan kehormatan dalam budaya Aceh. Kesadaran ini lahir melalui proses eksternalisasi dari lingkungan sosial, diterima sebagai norma umum (objektivasi), dan akhirnya menjadi bagian dari identitas diri (internalisasi). Penelitian ini mengusulkan agar pihak keluarga, lembaga pendidikan, serta pelaku industri fashion lokal dapat mendorong perempuan muda untuk menciptakan gaya berpakaian yang modis sekaligus mencerminkan nilai lokal. Selain itu, disarankan penelitian lanjutan menggunakan pendekatan kuantitatif guna memperluas cakupan analisis.
Kata kunci: Konstruksi sosial, Gaya berpakaian, Gen Z, Banda Aceh, Nilai budaya
The rapid development of fashion trends in the digital era has also influenced the way Gen Z women shape and express themselves through their clothing styles, including Gen Z women who live in Banda Aceh, a city famous for its Islamic sharia values. In this reality, Gen Z women in Banda Aceh are faced with two conditions of tug-of-war between following modern trends and maintaining clothing norms according to local cultural norms. This study aims to understand the social construction of clothing styles among Gen Z women in Banda Aceh who are in a dilemma between these two realities. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method that explores the subjective experiences of five Gen Z female informants in Banda Aceh through observation, interviews, and documentation. The theory used is Peter L. Berger's social construction theory which includes three dialectical moments: externalization, objectivation, and internalization. The results show that Gen Z women in Banda Aceh who feel they are in a tug-of-war between these two realities are classified as moderately adaptive, meaning they are able to adapt to modern fashion trends without abandoning local values. The adaptive moderate group of Gen Z women in Banda Aceh's fashion style is the result of a complex social process influenced by social media, religious values, family experiences, and prevailing cultural norms. Informants do not spontaneously imitate emerging trends but adapt them to remain in line with Acehnese cultural values of modesty and honor. This awareness arises through a process of externalization from the social environment, acceptance as a general norm (objectivation), and ultimately becoming part of self-identity (internalization). This study proposes that families, educational institutions, and local fashion industry players can encourage young women to create fashionable clothing styles that reflect local values. Further research using a quantitative approach is recommended to broaden the scope of the analysis. Keywords: Social construction, Dress style, Gen Z, Banda Aceh, Cultural values
GAYA BERPAKAIAN WANITA MUSLIMAH PADA TEMPAT REKREASI DI BANDA ACEH (KHAJIJAH ADHA YANA LUBIS, 2020)
PENGARUH TREN BUSANA TERHADAP PERUBAHAN GAYA BERPAKAIAN PADA KALANGAN MAHASISWI GEN Z. (MEINA FADILA, 2025)
PERILAKU KONSUMTIF DAN GAYA HIDUP PEREMPUAN PENIKMAT KOPI DI COFFEE SHOP BANDA ACEH (Nabila Aina, 2023)
BELENGGU BUDAYA PATRIAKI DAN DISKRIMINASI GENDER PADA PENERAPAN ADAT GAYO RN(STUDI PADA KAMPUNG BALE MUSARA, BENER MERIAH) (Susi Pinte Nate, 2023)
EFEKTIVITAS POSTER ETIKA BERPAKAIAN TERHADAP TATACARA BERPAKAIAN MAHASISWA FISIP UNSYIAH (ZIKKRI SAMSI KUMARA, 2022)