<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167263">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRASI 2,4-DICHLOROPHENOXYACETIC ACID DAN BENZIL AMINO PURIN TERHADAP INDUKSI KALUS DAUN NILAM VARIETAS TAPAKTUAN (POGOSTEMON CABLIN BENTH) SECARA IN-VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurainun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dalam perdagangan internasional dikenal sebagai patchouli oil. Budidaya nilam di Indonesia masih terbatas karena lahan yang tidak sesuai, penyediaan bibit unggul secara konvensional yang terbatas, serangan hama dan penyakit, serta perubahan cuaca. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan mutu bibit nilam yang unggul dengan cara perbanyakan tanaman secara kultur in vitro.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi 2,4- Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) dan Benzil Amino Purin (BAP) serta interaksi antara kedua faktor terhadap induksi kalus daun nilam varietas Tapaktuan secara in vitro.  Penelitian ini menggunakan dua faktor, Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D yang terdiri dari kontrol, 0,5, 1, dan 1,5 mgL-1 dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari kontrol, 0,5, 1, dan 1,5 mgL-1. Parameter yang diamati yaitu persentase hidup kalus, persentase pembentukan kalus, waktu muncul kalus, warna kalus, tekstur kalus, berat kalus, bentuk stomata pada daun nilam dan kandungan klorofil daun nilam. Pengamatan dilakukan dari minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 12 MSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup kalus daun nilam terbaik dijumpai pada 13 perlakuan konsentrasi 2,4-D dan BAP yaitu sebesar 100%. Persentase pembentukan kalus eksplan tanaman nilam terbaik dijumpai sebesar 100% pada 13 konsentrasi perlakuan. Waktu muncul kalus tercepat dijumpai pada konsentrasi 2,4-D 0, 5 mgL-1 yaitu 11, 67 hari setelah tanam. Warna kalus eksplan daun nilam berwarna putih yaitu sebesar 31, 25%, putih kekuningan yaitu sebesar 56,26% dan coklat yaitu sebesar 12,5%. Tekstur kalus eksplan daun nilam yang kompak yaitu sebesar 62,5%, remah yaitu sebesar 12.5% dan intermediet yaitu sebesar 25%. Terdapat interaksi antara konsentrasi 2,4-D dan BAP berpengaruh sangat nyata terhadap berat kalus pada umur 12 MSI. &#13;
&#13;
Kata kunci : Kalus daun nilam, 2,4-D, BAP&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HERBACEOUS PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VARIETIES - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>631.57</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167263</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 11:43:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 14:35:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>