<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167189">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI PESISIR KAWASAN BAGIAN TIMUR, KOTA SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MHD. HARSA RIDHAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di wilayah pesisir timur Kota Sabang selama periode 2016–2025 menggunakan data citra satelit Landsat 8 OLI dan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada perangkat lunak ArcGIS. Analisis dilakukan terhadap enam desa pesisir: Balohan, Anoi Itam, Ujong Kareung, Ie Meulee, Kuta Ateuh, dan Kuta Barat, dengan pendekatan periodik dua tahunan untuk mendeteksi dinamika abrasi dan akresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap desa mengalami perubahan garis pantai yang bervariasi, dipengaruhi oleh faktor alamiah seperti gelombang, arus laut, dan sedimentasi, serta faktor antropogenik seperti pembangunan pesisir dan aktivitas masyarakat. Secara umum, Desa Kuta Barat tercatat sebagai wilayah dengan abrasi tertinggi sepanjang periode pengamatan, sementara Desa Ie Meulee menunjukkan akresi paling signifikan. Pendekatan jangka panjang dalam penelitian ini mampu memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap dinamika garis pantai dan dapat dijadikan acuan dalam perencanaan pengelolaan pesisir berbasis bukti. Rekomendasi kebijakan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah desa untuk mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan di Kota Sabang.&#13;
&#13;
Kata kunci: perubahan garis pantai, citra satelit, DSAS, abrasi, akresi, Sabang.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167189</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 11:11:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 11:36:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>