Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA, PUPUK ORGANIK, DAN NPK TERHADAP KESUBURAN TANAH PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI DI BERBAGAI TINGKAT KEKERINGAN
Pengarang
Siti Muharrani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Cut Nur Ichsan - 196401211988112001 - Dosen Pembimbing I
Bakhtiar - 196811011996031003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105101050025
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agroteknologi., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
631.422
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pertanian merupakan sektor penting dalam menopang ketahanan pangan, terutama di Indonesia yang mengandalkan beras sebagai makanan pokok. Namun, perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kekeringan, yang berdampak negatif pada produktivitas padi (Oryza sativa L.). Kekeringan menyebabkan penurunan kesuburan tanah, seperti berkurangnya kandungan bahan organik, nutrisi, dan kapasitas retensi air, yang pada akhirnya menurunkan hasil panen. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi pengelolaan tanah yang efektif, salah satunya melalui aplikasi amandemen tanah dan pupuk NPK Amandemen tanah, seperti penambahan mikoriza dan bahan organik yang dapat meningkatkan struktur tanah, kapasitas menahan air, dan ketersediaan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kesuburan tanah dengan pemberian mikoriza, pupuk organik, dan NPK di kondisi kekeringan pada tanaman padi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial Split Split Plot Design 3 x 2 x 2 dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 4 pot tanaman. Faktor pertama ialah mikoriza yang terdiri dari 3 taraf yaitu : tanpa mikoriza dan pupuk organik, mikoriza 20 g rumpun-1 + kompos 50 g rumpun-1 , dan mikoriza 20 g rumpun-1 + vermikompos 50 g rumpun-1 ; kekeringan dengan 2 taraf: tanpa kekeringan dan kekeringan fase reproduktif; dan dosis NPK dengan 2 taraf: 600 kg ha⁻¹ dan 900 kg ha⁻¹ . Terjadi Peningkatan kesuburan tanah dengan aplikasi mikoriza, pupuk organik, NPK walaupun pada kondisi stress kekeringan, sehingga penurunan tingkat pertumbuhan dan hasil lebih kecil. Perlakuan terbaik untuk meningkatkan kesuburan tanah pada kondisi kekeringan fase reproduktif terdapat pada kombinasi mikoriza 20 g rumpun-1, vermikompos 50 g ha-1, dosis NPK 900 kg ha-1.
Agriculture is an important sector in supporting food security, especially in Indonesia which relies on rice as a staple food. However, global climate change has increased the frequency and intensity of droughts, which have a negative impact on rice (Oryza sativa L.) productivity. Drought causes a decrease in soil fertility, such as reduced organic matter content, nutrients, and water retention capacity, which ultimately reduces crop yields. To overcome this problem, effective soil management strategies are needed, one of which is through the application of soil amendments and NPK fertilizers. Soil amendments, such as the addition of mycorrhizae and organic matter can improve soil structure, water retention capacity, and nutrient availability. This study aims to determine changes in soil fertility with the application of mycorrhizae, organic fertilizers, and NPK in drought conditions in rice plants. The design used in this study was a Randomized Block Design with a factorial Split Plot Design 3 x 2 x 2 with 12 treatment combinations and repeated 3 times so that there were 36 experimental units. Each experimental unit consisted of 4 plant pots. The first factor is mycorrhiza which consists of 3 levels, namely: without mycorrhiza and organic fertilizer, mycorrhiza 20 g clump-1 + compost 50 g clump-1, and mycorrhiza 20 g clump-1 + vermicompost 50 g clump-1; drought with 2 levels: without drought and reproductive phase drought; and NPK doses with 2 levels: 600 kg ha⁻¹ and 900 kg ha⁻¹. There was an increase in soil fertility with the application of mycorrhiza, organic fertilizer, NPK even under drought stress conditions, so that the decrease in growth and yield levels was smaller. The best treatment to increase soil fertility in reproductive phase drought conditions was a combination of mycorrhiza 20 g clump-1, vermicompost 50 g ha-1, NPK dose 900 kg ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN AMANDEMEN TANAH DAN NPK TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI INPARI 42 AGRITAN PADA BERBAGAI TINGKAT KEKERINGAN (RIRIN DARMAWATI, 2025)
PENGARUH AMANDEMEN TANAH, KEKERINGAN DAN VARIETAS TERHADAP PERUBAHAN MORFOAGRONOMIS DAN KETAHANAN KEKERINGAN PADI (ORYZA SATIVA L.) DENGAN SISTEM RATUN, (AKHSANI, 2025)
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR, PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN AYAM TERHADAP PERUBAHAN SIFAT KIMIA,PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) (Tia Sufriani, 2021)
PENGARUH MIKORIZA, TINGKAT KEKERINGAN TERHADAP KESUBURAN TANAH DAN HASIL DUA VARIETAS PADI (ORYZA SATIVA L.) (Risky Niara, 2025)
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERUBAHAN SIFAT KIMIA TANAH, PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI (ORYZA SATIVA L.) (Zulkarnaini, 2019)