<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167173">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KLOROFIL-A BERDASARKAN DATA MODEL NUMERIK DAN SATELIT DI PERAIRAN ACEH DAN TELUK BENGGALA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muh. Nur Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Matematika Dan Aplikasi Sains Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berfokus pada distribusi Chlorophyll-a (Chl-a) sebagai indikator&#13;
biomassa fitoplankton dan produktivitas primer laut di perairan Aceh dan Teluk&#13;
Benggala Utara. Variabilitas spasial dan temporal Chl-a sangat dipengaruhi oleh&#13;
parameter oseanografi (seperti suhu, salinitas, arus, dan tinggi muka laut) serta&#13;
fenomena iklim besar seperti Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Niño-Southern&#13;
Oscillation (ENSO). Pemahaman mendalam tentang hubungan ini penting untuk&#13;
memprediksi produktivitas primer dan sumberdaya perikanan di wilayah tersebut.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut yang&#13;
berkelanjutan melalui kajian Chl-a sebagai indikator kesuburan dan produktivitas&#13;
primer di lautan. Terdapat empat pokok bahasan yang diuraikan yaitu hubungan&#13;
Chl-a dan faktor fisik lokal, pengisian data kosong pada Chl-a, pengaruh pasang&#13;
surut, dan pengaruh IOD dan ENSO. Empat pokok bahasan tersebut saling&#13;
mendukung untuk menjawab pertanyaan penelitian utama tentang dinamika Chl-a.&#13;
Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan terpadu, yaitu menggabungkan&#13;
pemodelan numerik 3 dimensi, teknik gap‑filling, dan analisis wavelet, serta&#13;
penggunaan resolusi spasial tinggi untuk memetakan sebaran Chl‑a secara rinci,&#13;
baik secara spasial maupun temporal.&#13;
Pembahasan pertama memberikan pemahaman dasar tentang Chl-a selama&#13;
musim monsun. Luaran yang didapatkan adalah karakterisasi variabilitas musiman&#13;
Chl-a, suhu, salinitas, dan arus laut; analisis distribusi data; matriks korelasi; serta&#13;
profil vertikal lapisan isoterma dan isohalin. Di perairan Aceh, nilai Chl-a, Sea&#13;
Surface Temperature (SST), dan Sea Surface Salinity (SSS) pada Januari (1,59&#13;
mg/m3, 30,6 oC, dan 34,5 PSU) secara umum lebih tinggi dibandingkan Juli (0,43&#13;
mg/m3, 30,5 oC, dan 33,8 PSU), dengan Chl-a menunjukkan distribusi normal&#13;
dengan variansi yang lebih kecil di bulan Juli, serta terdapat korelasi negatif yang&#13;
signifikan antara Chl-a dengan SST (-0,65, p-value &lt; 0,05) dan SSS (-0,22, p-value&#13;
&lt; 0,05) pada Januari. Di Selat Malaka, suhu laut (permukaan hingga dasar laut) dan&#13;
salinitas permukaan lebih tinggi di Juli (29-31,4 oC dan 31,4 PSU), sedangkan arus&#13;
laut (permukaan hingga dasar laut) lebih kuat di Januari (0-0,25 m/s). Lapisan&#13;
isoterma, isohalin, serta Mixed Layer Depth (MLD) lebih dalam dan tebal di Juli&#13;
(~20 m) yang dipengaruhi oleh musim monsun.&#13;
Pembahasan kedua mendukung kelengkapan data Chl-a sehingga&#13;
menghasilkan dataset yang lebih lengkap. Luaran yang didapatkan adalah&#13;
pengembangan metode Modifief Fillgaps; protokol penghapusan data untuk&#13;
menguji keandalan metode; dataset hasil rekonstruksi lengkap dan perbandingan&#13;
kinerja metode; serta hasil parameter statistik. Metode Modified Fillgaps secara&#13;
konsisten mampu merekonstruksi data dengan korelasi tinggi dan signifikan (&gt;0.9)&#13;
dengan eksperimen penghapusan data secara acak 60–70% dan kombinasi&#13;
berurutan/acak. Dataset hasil rekonstruksi untuk grafik timeseries Chl-a dan pasang&#13;
surut permukaan laut dan peta 2D Chl-a terbukti menunjukkan performa terbaik&#13;
dengan kesalahan minimal pada parameter statistik dibandingkan dengan metode&#13;
interpolasi linear dan Fillgaps Pembahasan ketiga memperdalam wawasan tentang variabilitas Chl-a dari&#13;
perspektif dinamika lokal. Luaran yang didapatkan adalah peta pola pasang surut di&#13;
Teluk Benggala Utara; grafik timeseries; serta peta koherensi dan spektrum&#13;
periodisitas dari analisis wavelet. Teluk Benggala Utara didominasi oleh pola&#13;
pasang surut semidiurnal (nilai F &lt; 0,25), dengan arus elips M₂ di lapisan&#13;
permukaan yang berputar searah jarum jam dan beramplitudo lebih besar di utara&#13;
dan timur, lalu berbalik arah dan melemah menuju selatan. Parameter SimpsonHunter (SH) menurun secara signifikan mendekati pesisir, terutama di utara dan&#13;
timur, mencerminkan peningkatan pencampuran pasang surut. Analisis wavelet&#13;
mengungkapkan hubungan signifikan antara variabel pasang surut dan konsentrasi&#13;
Chl-a, di mana wilayah dengan parameter pasang surut tinggi menunjukkan ratarata Chl-a yang lebih tinggi. Dinamika pasang surut menjadi faktor kunci dalam&#13;
fluktuasi Chl-a, yang memiliki implikasi langsung terhadap strategi perikanan&#13;
berkelanjutan dan pengelolaan ekosistem laut.&#13;
Pembahasan terakhir menjelaskan variabilitas skala global yang berpengaruh&#13;
pada Chl-a. Luaran yang didapatkan adalah analisis distribusi data Dipole Mode&#13;
Index (DMI) dan Nino3.4, dan Chl-a; grafik timeseries normalisasi z-score; serta&#13;
peta koherensi dan spektrum periodisitas dari analisis wavelet. Variasi DMI dan&#13;
Nino3.4 menunjukkan pengaruh signifikan terhadap konsentrasi Chl-a dengan&#13;
intensitas dan waktu pengaruhnya yang berbeda antarwilayah. Wilayah sisi barat&#13;
Perairan Aceh menunjukkan korelasi jangka panjang yang paling konsisten antara&#13;
DMI dan Chl-a, dengan periode hingga 72 bulan yang memperlihatkan korelasi&#13;
positif. Sebaliknya, Selat Malaka memiliki korelasi jangka panjang yang lebih&#13;
lemah, mengindikasikan adanya variabilitas spasial dalam respons ekosistem laut&#13;
terhadap penggerak iklim.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167173</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 11:03:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 14:44:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>