<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167129">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PENERAPAN QANUN PENGENDALIAN SAPI DAN KERBAU BETINA PRODUKTIF DI KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROVI RESTU ILAHI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dari tahun&#13;
ke tahun, hal ini juga berpengaruh pada peningkatan jumlah konsumsi daging di Indonesia,&#13;
Tingginya konsumsi daging juga meningkatkan tingginya jumlah pemotongan ternak, hal ini&#13;
dapat mengancam keberlanjutan populasi ternak, terutama terhadap ternak betina produktif yang&#13;
akan menyebabkan penurunan populasi secara drastits. Selain penurunan populasi, tingginya&#13;
jumlah pemotongan ternak betina akan menghambat kemampuan peternak untuk memproduksi&#13;
anak, susu dan daging secara berkelanjutan, hal ini tentu berimbas pada sektor ekonomi terkait,&#13;
seperti industri pengolahan, perdagangan dan mata pencaharian peternak. Berdasarkan lanjutan&#13;
dari Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 dan lampiran Undang-Undang Nomor 23 Tahun&#13;
2014 maka pemerintah Aceh menyusun dan mengesahkan Qanun Nomor 3 Tahun 2016&#13;
“Pengendalian ternak sapi dan kerbau betina produktif”. pengendalian ternak sapi dan kerbau&#13;
betina produktif dimaksudkan untuk memperkuat budi daya ternak melalui ketersediaan bibit&#13;
ternak yang berkualitas secara mandiri dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber&#13;
daya lokal.&#13;
Penelitian ini sudah dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2025 meliputi enam&#13;
kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan yakni Kecamatan Labuhan Haji Barat, Sawang, Pasie&#13;
Raja, Kluet Utara, Bakongan Timur dan Trumon. Peternak yang menjadi responden ditetapkan&#13;
melalui rumus slovin yaitu sebanyak 87 sampel yang diambil secara (purposive sampling).&#13;
Variabel yang diamati dalam penelitian adalah karakteristik peternak, jumlah pemotongan&#13;
ternak, faktor yang mempengaruhi penjualan ternak, intensitas sosial qanun pengendalian sapi&#13;
dan kerbau betina produktif dan pendapat responden mengenai pelarangan pemotongan sapi dan&#13;
kerbau betina produktif.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden dapat dilihat&#13;
pada tingkat pendidikan, usia dan pekerjaan utama. Tingkat pendidikan responden yaitu tamatan&#13;
(SD) 25,29%, (SMP) 35,63%, (SMA) 36,78%, (D3/S1) 2,30%, Usia 40-50 tahun (34,48%), 62-&#13;
72 tahun (16,09%). Pemahaman kelompok responden pada qanun yaitu 36,78% mengetahui&#13;
mengenai qanun dan 69,02% responden tidak mengetahui qanun. Sebelum disahkan qanun&#13;
sebanyak 60,92% responden masih menjual dan memotong ternak produktif, setelah disahkan&#13;
menurun menjadi 52,87%. Faktor yang paling mempengaruhi pemotongan/penjualan yaitu&#13;
ekonomi mendesak (50,77%) dan ternak cacat/sakit (23,08%). Intensitas qanun dapat dilakukan&#13;
melalui sosialisasi, sebanyak 32,18% responden pernah mendapat sosialisasi dan 67,82%&#13;
responden tidak pernah mendapatkan sosialisasi. Hal ini menunjukkan pemberlakuan Qanun di&#13;
Kabupaten Aceh Selatan berdampak pada penurunan pemotongan ternak produktif tetapi harus&#13;
selalu didukung oleh upaya pemerintah guna membantu dalam pengendalian pemotongan ternak&#13;
sapi dan kerbau betina produktif.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167129</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:43:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 11:08:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>