<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167123">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI PENYAKIT BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) SERTA PERSENTASE SERANGANNYA DI TIGA KECAMATANRNACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aida Nur Alia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman pala (Myristica  fragrans Houtt) merupakan komoditi ekspor yang memiliki peran penting dalam perekonomian negara Indonesia, terutama untuk meningkatkan devisa negara. Saat ini dalam proses budidaya tanaman pala tidak terlepas dari adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mengakibatkan menurunnya kualitas maupun kuantitas biji dan fuli. Salah satu penyakit yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas pala adalah penyakit busuh buah pala yang disebabkan berbagai patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penyebab busuk buah pala serta tingkat persentase serangannya di lapangan.&#13;
Penelitian ini dilakukan dengan menghitung kejadian penyakit pada buah pala. Informasi ini juga diperoleh dari hasil pengisian kuesioner kepada petani pala yang digunakan sebagai data pendukung terhadap hasil penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan survey purposive sampling, dengan kriteria adanya serangan busuk buah, yang dilakukan di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Labuhan Haji Timur, Kecamatan Labuhan Haji dan Kecamatan Meukek.  Setiap lokasi terdapat 5 individu tanaman sampel yang dipilih secara acak. Isolasi dilakukan pada sampel buah, karakterisasi morfologi cendawan patogen serta uji patogenisitas cendawan patogen pada buah pala. Peubah yang diamati gejala penyakit, kejadian penyakit, keparahan penyakit, makroskopis dan mikroskopis cendawan patogen. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala penyakit busuk buah kering ditandai dengan munculnya bercak bulat berwarna cokelat kehitaman, disertai massa cendawan berwarna hitam pada permukaan bercak buah. Seiring perkembangan penyakit, terjadi fase mumifikasi yang diikuti dengan pecahnya buah yang terinfeksi, hingga akhirnya buah gugur sebelum mencapai umur panen. Sedangkan gejala penyakit busuk buah basah yang diamati secara alami menunjukkan perubahan warna pada buah yang terinfeksi. Gejala ini disertai dengan pertumbuhan miselium berwarna putih keabu-abuan serta pembukaan buah yang belum matang. Persentase kejadian penyakit busuk buah kering dan busuk buah basah tertinggi ditemukan di Desa Gunung Rotan, Kecamatan Labuhan Haji Timur, dengan tingkat kejadian mencapai 100%. Tingkat keparahan penyakit busuk buah kering tertinggi juga tercatat di desa yang sama, dengan rata-rata keparahan sebesar 11,04%. Adapun keparahan penyakit busuk buah basah mencapai 6,88%. Jenis cendawan yang menginfeksi buah pala (Myristica fragrans Houtt.) di tiga kecamatan yang diteliti berasal dari genus Stigmina dan Colletotrichum. Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan panduan dari buku Barnett and Hunter, cendawan dari genus Stigmina memiliki konidia berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, serta hifa yang bersekat dan bersifat hialin. Koloni cendawan ini menunjukkan variasi warna, mulai dari agak gelap hingga terang. Cendawan dari genus Colletotrichum memiliki spora berbentuk silindris dan tidak bersekat. Koloni spora berwarna abu-abu dengan konidiofor yang memanjang. Konidia bersifat hialin dan berbentuk bulat telur. Miselium menyerupai kapas dengan warna koloni yang bervariasi. Jika diamati dari tampak atas pada cawan petri, koloni terlihat berwarna putih pucat, sedangkan bagian bawah koloni tampak berwarna abu-abu.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL PESTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DISEASES - PLANTS - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>NUTS</topic>
 </subject>
 <classification>632.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167123</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:40:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-19 09:41:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>