<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167081">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BEBERAPA JENIS EKSPLAN DARI TIGA VARIETAS NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SECARA KULTUR JARINGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMELIA KAUSAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam terbagi menjadi 3 jenis yaitu Nilam Jawa, Nilam Sabun dan Nilam Aceh. Nilam Aceh tidak menghasilkan biji sebagai alat reproduksi sehingga umumnya dilakukan dengan menggunakan setek batang. Namun, metode ini menghadapi berbagai kendala seperti kebutuhan lahan pembibitan yang luas dan jumlah setek yang besar. Sebagai solusi, kultur jaringan dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis eksplan dari tiga varietas nilam serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan perkembangan nilam secara kultur jaringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Departemen Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh-Darussalam pada bulan Januari sampai Juni 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 × 3 dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Faktor pertama adalah jenis eksplan yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : pucuk, daun dan batang. Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : varietas Tapak Tuan, varietas Lhokseumawe dan varietas Sidikalang. Peubah yang diamati adalah persentase eksplan hidup, persentase kontaminasi, persentase muncul tunas, tinggi eksplan, jumlah daun, umur tumbuh akar, persentase pembentukan kalus dan warna kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis eksplan berpengaruh sangat nyata terhadap waktu muncul tunas, tinggi eksplan dan jumlah daun. Pertumbuhan dan perkembangan nilam terbaik didapatkan pada perlakuan jenis eksplan pucuk. Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap waktu muncul tunas, tinggi eksplan dan jumlah  &#13;
daun. Pertumbuhan dan perkembangan nilam terbaik didapatkan pada perlakuan varietas Tapak Tuan.Terdapat pengaruh yang sangat nyata antara jenis eksplan dengan varietas nilam terhadap waktu muncul tunas, tinggi eksplan dan jumlah daun. Kombinasi terbaik dijumpai pada jenis eksplan pucuk dan varietas Tapak Tuan dengan tinggi eksplan terbaik yaitu 4,60 cm dan jumlah daun terbaik yaitu 22,00 helai.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167081</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:09:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:44:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>