<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167079">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN KETENTUAN TENTANG SURAT IZIN PENANGKAPAN IKAN (SIPI) BAGI KAPAL PERIKANAN  (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH LAMPULO KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYERLI MEILINDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
SYERLI MEILINDA&#13;
2025 &#13;
 &#13;
PELAKSANAAN KETENTUAN TENTANG SURAT&#13;
IZIN PENANGKAPAN IKAN (SIPI) BAGI KAPAL&#13;
PERIKANAN (Suatu Penelitian Di Wilayah Lampulo&#13;
Kota Banda Aceh) &#13;
 &#13;
 &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala &#13;
&#13;
Chadijah Rizki Lestari, S.H., M.H &#13;
(v, 84),pp., bibl., app. &#13;
&#13;
(v, 80),pp.,bibl. &#13;
Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) merupakan izin tertulis yang harus dimiliki setiap&#13;
kapal perikanan yang berukuran diatas 5 (lima) gross tonnage (GT) untuk melakukan&#13;
penangkapan ikan di wilayah Laut Indonesia, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 27&#13;
Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan. Ketentuan ini mewajibkan setiap&#13;
kapal perikanan untuk memiliki SIPI sebagai bentuk legalitas dalam menjalankan kegiatan&#13;
penangkapan ikan. Namun dalam realitanya, pelaksanaan ketentuan tentang SIPI belum&#13;
berjalan dengan maksimal, salah satunya masih ditemukan kapal perikanan yang melaut tanpa&#13;
memiliki SIPI.  &#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan penerbitan&#13;
SIPI terhadap kapal perikanan yang berdomisili di pangkalan Lampulo, PPS Kutaraja,&#13;
menganalisis alasan mengapa kapal nelayan di Lampulo masih ada yang tidak memiliki SIPI&#13;
saat melaut dan tidak mengurus perpanjangannya, serta untuk mengetahui akibat hukum&#13;
terhadap operasional kapal-kapal yang tidak memiliki SIPI saat melaut.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Penelitian ini memperoleh data&#13;
melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan cara pengamatan dan&#13;
melakukan wawancara terhadap responden dan informan. Hasil penelitian dianalisis&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penerbitan SIPI terhadap kapal&#13;
perikanan di Lampulo belum terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari lamanya proses&#13;
verifikasi (7-21 hari kerja), tidak maksimalnya fungsi sistem pemantauan kapal perikanan&#13;
(Vessel Monitoring System), terbatasnya kapasitas teknis (SDM dan infrastruktur) dan masih&#13;
terdapat kapal perikanan yang tidak memiliki SIPI. Penyebab adanya kapal nelayan yang tidak&#13;
memiliki SIPI saat melaut dan tidak mengurus perpanjangannya disebabkan oleh faktor&#13;
internal yaitu kurangnya ilmu pengetahuan, rendahnya kesadaran hukum, ketidakjelasan&#13;
penanggung jawab pengurusan SIPI, biaya dan waktu yang terbatas. Faktor eksternal meliputi&#13;
prosedur yang sulit dan rumit, kurangnya sosialisasi dan pendampingan dari pemerintah, serta&#13;
minimnya pengawasan. Akibat hukum terhadap kapal yang tidak memiliki SIPI saat melaut&#13;
adalah dapat dikenai sanksi administrasi, sanksi pidana, kehilangan hak untuk menerima&#13;
subsidi BBM dari pemerintah dan tidak dapat mendaratkan hasil tangkapan ikan di pelabuhan&#13;
resmi seperti Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja. &#13;
Disarankan perlu adanya peningkatan koordinasi antara pihak-pihak terkait dengan&#13;
pemerintah. DKP perlu meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pendampingan&#13;
dalam proses pengurusan SIPI. Serta, PSDKP perlu memperkuat pengawasan dan penegakan&#13;
hukum terhadap kapal perikanan yang beroperasi tanpa administrasi lengkap berupa SIPI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167079</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:07:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:40:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>