<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167063">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISASI GENETIK DNA MITOKONDRIA D-LOOP  RNKERBAU LOKAL DI ACEH BARAT DAYA DAN KERBAU GAYO DI RNPROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sara Mauliza Fathanah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
Plasma nutfah merupakan sumberdaya genetik yang bernilai dan berpotensi besar untuk dimanfaatkan menjadi bibit ternak yang unggul. Salah satu komoditas kekayaan plasma nutfah adalah ternak kerbau. Perkembangan salah satu plasma nutfah kerbau di Provinsi Aceh yaitu kerbau Gayo berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI, Nomor : 302/Kpts/SR.120/5/2017 Tanggal 4 Mei 2017, Kerbau Gayo merupakan sumber daya genetik ternak lokal yang harus dilestarikan, tentu saja hal ini juga dapat mendorong kerbau Lokal Aceh Barat Daya menjadi plasma nutfah di Provinsi Aceh. Secara fenotipe antara kerbau lokal Aceh Barat Daya dan kerbau Gayo terdapat perbedaan dari segi tubuh yang padat dan panjang serta kaki yang kokoh. Akan tetapi belum ada pendugaan terkait hubungan kekerabatan antara kerbau lokal Aceh Barat Daya dan kerbau Gayo. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang karakterisasi genetik DNA Mitrokondria D-Loop kerbau lokal Aceh Barat Daya dan kerbau gayo di Provinsi Aceh melalui analisis komposisi nukleotida, jarak genetik dan pohon filogeni.  &#13;
Penelitian ini menggunakan DNA mitokondria yang di ekstraksi dari sampel darah kerbau Aceh Barat Daya sebanyak 4 ekor dan sampel kerbau Gayo sebanyak 4 ekor. PCR dilakukan dengan menggunakan  primer (Forward) sebagai berikut: (5`-TAGTGCTAATACCAACGGCC-3`) dan primer (Reverse) (5`-AGGCATTTTCAGTGCCTTGC- 3`) Primer-primer tersebut digunakan pada sekuens mtDNA kerbau yang telah dipublikasikan (Parma et al., 2004). Hasil sekuensing kemudian dianalisis dengan menggunakan Allighnment by ClustalW dalam program MEGA 11.  &#13;
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya variasi nukleotida yang terjadi pada kerbau lokal Aceh Barat Daya dan kerbau Gayo. Kerbau lokal Aceh Barat Daya merupakan populasi yang spesifik, memiliki jarak genetik yang jauh dengan kerbau Gayo. kerbau lokal Aceh Barat Daya membentuk satu klaster terpisah dari populasi kerbau Gayo meskipun kedua populasi tersebut berada dalam provinsi Aceh. Oleh karena itu tidak terdapat hubungan kekerabatan antara kerbau lokal aceh barat daya dan kerbau gayo di provinsi aceh.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:49:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:29:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>