<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="167013">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DALAM MENGATASI KERAWANAN BENCANA LONGSOR PADA JALAN LINTAS SUMATERA KECAMATAN BESITANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LANGKAT, PROVINSI SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAYLA AMALIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemetaan geologi sangat penting untuk memahami kondisi geologi suatu daerah, lokasi penelitian terdapat pada daerah Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Berdasarkan hasil pemetaan geologi data yang diperoleh kemudian dipetakan menggunakan program ArcGIS, terdapat peta geologi pada daerah penelitian yang terdiri atas satuan batuan dari Formasi Baong, Keutapang, Seureula, serta Endapan Alluvium. Jenis batuan yang dijumpai di lapangan meliputi endapan lanau, batupasir, batulumpur, batulanau, serta batuserpih. Batuan ini juga berada dalam kondisi lapuk sedang hingga kuat dan berasosiasi dengan struktur lipatan seperti antiklin dan sinklin, yang turut memengaruhi kestabilan lereng. Pada peta geomorfologi daerah penelitian mencakup 4 satuan yaitu satuan dataran denudasional (D1), satuan perbukitan dan lereng denudasional dengan erosi kecil (D5), satuan dengan kekar dan patahan (S1) dan satuan perbukitan antiklin dan sinklin (S9). Dari data yang dikumpulkan melalui observasi lapangan, pengujian laboratorium, dan analisis numerik menggunakan metode Bishop Disederhanakan serta software Slide6.0. Hasil studi pengujian terhadap tiga sampel tanah menunjukkan klasifikasi SM dan SC berdasarkan sistem USCS, dengan plastisitas sedang hingga tinggi. Hasil perhitungan nilai faktor keamanan menggunakan metode Bishop Disederhanakan dan pemodelan Slide6.0 menunjukkan angka sebesar FK = 0,319 dan FK = 0,330, jauh dibawah batas aman (FK &gt; 1,25), yang mengindikasikan kondisi lereng labil. Lereng dengan tinggi ±50 meter dan kemiringan terjal memperbesar potensi keruntuhan, terutama saat musim hujan. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik geologi dan jenis batuan yang tersingkap memiliki peran penting terhadap kestabilan lereng. Oleh karena itu diperlukan penanganan teknis seperti sistem drainase dan penguatan lereng sebagai Langkah mitigasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>167013</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 04:46:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 10:06:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>