ANALISIS PERUBAHAN LAND USE/LAND COVER (LULC)RNDI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERUBAHAN LAND USE/LAND COVER (LULC)RNDI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KRUENG ACEH


Pengarang

FITRIANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sugianto - 196502231992031003 - Dosen Pembimbing I
Hairul Basri - 196702101991021001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105108010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : ., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan Land Use/Land Cover (LULC) merupakan fenomena yang umum terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Salah satu daerah yang mengalami perubahan signifikan adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh. Keberadaan DAS Krueng Aceh menjadi sangat penting karena keberadaannya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat beserta ekosistem di sekitarnya, sehingga perubahan dalam pemanfaatannya akan berdampak luas. Pemanfaatan sumber daya alam pada DAS Krueng Aceh sering kali tidak berkelanjutan yang mengakibatkan degradasi lingkungan. Analisis perubahan LULC dengan memanfaatkan data spasial yang bersifat temporal sangat bermanfaat, khususnya untuk mengetahui lokasi-lokasi tempat dimana perubahan penggunaan lahan terjadi. Melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh analisis perubahan lahan tersebut menjadi lebih terjangkau dan cepat. Analisis perubahan LULC di lima sub DAS Krueng Aceh dilakukan untuk dapat memahami perubahan yang terjadi pada lima sub DAS Krueng Aceh dalam kurun waktu 19 tahun yaitu dari tahun 2005 – 2024 dengan menganalisis citra satelit dari waktu ke waktu.
Metode yang digunakan dalam klasifikasi terbimbing dengan algoritma maximum likelihood. Klasifikasi terbimbing menggunakan nilai pixel yang didasarkan pada training area yang telah diketahui jenis objek dan nilai spektralnya. Pembuatan training area merupakan tahap awal analisis pada klasifikasi terbimbing dengan maximum likelihood, Pada penentuan training area, diambil beberapa piksel dari setiap kelas tutupan lahannya. Proses pembuatan training area dilakukan menggunakan software ENVI 5.3. Untuk menentukan training area, maka perlu dilakukan penentuan kelas-kelas yang digunakan sebagai label pada setiap penutup lahan, klasifikasi tutupan lahan terdiri dari tujuh kelas yaitu badan air, pemukiman, lahan pertanian, semak belukar, sawah, lahan terbuka, dan hutan.
Perubahan LULC pada lima sub DAS Krueng Aceh yaitu sub DAS Krueng Khea, sub DAS Krueng Jreue, sub DAS Krueng Keumireu, sub DAS Krueng Inong, dan sub DAS Krueng Seulimuem pada tahun 2005-2024 menunjukkan penurunan luas paling dominan terjadi pada kawasan hutan yang berkurang seluas 8.931,58 ha dalam kurun waktu 19 tahun. Sedangkan lahan pertanian bertambah cukup signifikan, dari tahun 2005 ke tahun 2024 bertambah seluas 4.263,94 ha. Penggunaan lahan sawah mengalami penambahan luas sebesar 1.115,68 ha, pemukiman mengalami penambahan luas sebesar 1.239,93 ha, badan air mengalami penambahan luas sebesar 306,64 ha. lahan terbuka mengalami penambahan luas sebesar 908,01 ha, dan semak belukar mengalami penambahan seluas 1.097,41 ha.

Land Use/Land Cover (LULC) changes are a common phenomenon in various parts of the world, including Indonesia. One area experiencing significant changes is the Krueng Aceh River Basin (DAS). The Krueng Aceh Watershed is crucial because it affects the lives of the community and the surrounding ecosystem, so changes in its utilization will have a broad impact. The utilization of natural resources in the Krueng Aceh Watershed is often unsustainable, resulting in environmental degradation. Analysis of LULC changes using temporal spatial data is very useful, especially for identifying locations where land use changes occur. Through the use of remote sensing technology, analysis of land use changes becomes more affordable and faster. Analysis of LULC changes in five sub-watersheds of Krueng Aceh was conducted to understand the changes that occurred in the five sub-watersheds of Krueng Aceh over a 19-year period, from 2005 to 2024, by analyzing satellite imagery over time. The method used in supervised classification is the maximum likelihood algorithm. Supervised classification uses pixel values based on a training area whose object type and spectral value are known. Creating a training area is the initial stage of analysis in supervised classification with maximum likelihood. In determining the training area, several pixels are taken from each land cover class. The process of creating a training area is carried out using ENVI 5.3 software. To determine the training area, it is necessary to determine the classes used as labels for each land cover, the land cover classification consists of seven classes, namely water bodies, settlements, agricultural land, shrubs, rice fields, open land, and forests. Changes in LULC in five Krueng Aceh sub-watersheds, namely the Krueng Khea sub-watershed, the Krueng Jreue sub-watershed, the Krueng Keumireu sub-watershed, the Krueng Inong sub-watershed, and the Krueng Seulimuem sub-watershed in 2005-2024 showed the most dominant decrease in area occurred in forest areas which decreased by 8,931.58 ha in a period of 19 years. Meanwhile, agricultural land increased quite significantly, from 2005 to 2024 by 4,263.94 ha. The use of rice fields increased by 1,115.68 ha, settlements increased by 1,239.93 ha, water bodies increased by 306.64 ha. Open land increased by 908.01 ha, and shrubs increased by 1,097.41 ha.

Citation



    SERVICES DESK