<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166993">
 <titleInfo>
  <title>UJI FORMULASI BEBERAPA MEDIA ALTERNATIF HEWANI TERHADAP PERTUMBUHAN BACILLUS THURINGIENSIS DAN DAYA SIMPANNYA DI LABORATORIUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Maya Safira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Produksi Bacillus thuringiensis (Bt) sebagai agens hayati dalam pengendalian sangat bergantung pada media pertumbuhan yang mendukung pertumbuhan dan sporulasi secara optimal. Selama ini, media yang digunakan pada skala laboratorium dan industri umumnya berbasis nutrien sintetis seperti Nutrient Broth, namun memiliki kendala biaya dan keberlanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji beberapa media alternatif hewani seperti usus ayam, limbah ikan, kepala udang, campuran ketiganya, serta keong mas sebagai kontrol terhadap pertumbuhan dan daya simpan Bt di laboratorium. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Laboratorium Analisis Pangan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dari Desember 2024 hingga Januari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu: K (keong mas), A (usus ayam), I (limbah ikan), U (kepala udang), dan C (campuran usus ayam, limbah ikan, dan kepala udang). Parameter yang diamati meliputi jumlah bakteri menggunakan spektrofotometer dan jumlah koloni dengan metode Colony Counter, dilakukan setiap minggu selama empat minggu.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media limbah ikan menghasilkan jumlah bakteri tertinggi pada minggu awal hingga minggu ke-3, namun menurun tajam pada minggu ke-4. Media keong mas menunjukkan nilai absorbansi tertinggi pada minggu ke-4, menunjukkan potensi dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang. Sementara itu, media kepala udang menunjukkan pertumbuhan paling rendah, namun memiliki kestabilan koloni yang baik hingga akhir pengamatan. Jumlah koloni menunjukkan fluktuasi yang bervariasi antar perlakuan. Media kepala udang dan campuran menunjukkan daya simpan terbaik berdasarkan kestabilan jumlah koloni selama empat minggu, meskipun pada awalnya memiliki jumlah koloni yang lebih rendah dibandingkan limbah ikan. Daya simpan terbaik ditunjukkan oleh media kepala udang yang mengandung kitin, yang secara perlahan terurai dan menyediakan nutrisi jangka panjang bagi Bt.&#13;
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media alternatif hewani memberikan pengaruh berbeda terhadap pertumbuhan dan daya simpan Bt. Limbah ikan lebih mendukung pertumbuhan awal, sementara kepala udang lebih unggul dalam daya simpan. Media campuran menunjukkan performa stabil, meskipun tidak sebagus media tunggal dalam pertumbuhan maupun daya simpan. Penelitian ini memberikan alternatif media lokal yang ekonomis dan potensial untuk produksi Bt secara berkelanjutan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166993</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 01:07:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:24:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>