<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166987">
 <titleInfo>
  <title>PERAN ULAMA UNTUK LEGITIMASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN (STUDI KASUS PENCALONAN ILLIZA SAADUDDIN DJAMAL SEBAGAI WALI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tasya Dwi Putri Nasution</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas peran ulama dalam membentuk legitimasi politik terhadap kepemimpinan perempuan di Aceh, dengan studi kasus pencalonan Illiza Saaduddin Djamal sebagai Wali Kota Banda Aceh dalam Pilkada 2024. Dalam konteks masyarakat Aceh yang menerapkan Syariat Islam dan menjunjung tinggi otoritas ulama, pencalonan perempuan sering menghadapi resistensi simbolik dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran ulama dalam mendukung atau menolak pencalonan perempuan serta bagaimana bentuk legitimasi politik yang dibangun oleh Illiza untuk memperoleh penerimaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori utama yang digunakan adalah teori gender dan politik dari Vicky Randall, yang memandang bahwa sistem politik bersifat patriarkal dan menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ulama dalam Pilkada Banda Aceh bersifat simbolik tetapi masih berpengaruh dalam membentuk opini publik. Illiza membangun legitimasi melalui pendekatan religius dengan menghadirkan figur ulama nasional seperti Ustadz Abdul Somad, memperkuat komunikasi dengan ulama dayah, serta menekankan rekam jejak dan program pro-rakyat. Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun ulama tetap berperan penting dalam konteks sosial-religius, legitimasi politik perempuan kini juga dipengaruhi oleh rasionalitas pemilih yang menilai berdasarkan kapasitas, integritas, dan kinerja calon. Penelitian ini mencerminkan transformasi sosial-politik di Aceh menuju demokrasi yang lebih inklusif.&#13;
Kata Kunci: Kepemimpinan Perempuan, Ulama, Legitimasi Politik, Pilkada 2024, Gender dan Politik, Illiza Saaduddin Djamal, Syariat Islam.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166987</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 00:50:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:20:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>