<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166951">
 <titleInfo>
  <title>RESILIENSI SOSIAL WARIA DALAM MENGHADAPI TEKANAN SOSIAL DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DINA HAJJARANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tekanan sosial yang rasakan kaum waria di Kota Banda Aceh, daerah yang menerapkan syariat Islam secara ketat. Kaum waria sering mengalami diskriminasi sosial, stigma negatif, serta kesulitan dalam mengakses pekerjaan dan layanan publik. Tekanan sosial ini bersumber dari berbagai elemen, termasuk keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum yang cenderung melihat keberadaan mereka sebagai penyimpangan dari norma agama dan budaya setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara dan observasi untuk mengidentifikasi tekanan sosial dalam berbagai bentuk diskriminasi, termasuk pelecehan verbal dan fisik, pengucilan sosial, serta kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Meskipun demikian, kaum waria menunjukkan resiliensi sosial dalam menghadapi tekanan ini, baik melalui dukungan komunitas maupun strategi adaptasi individu.serta strategi resiliensi yang dilakukan oleh kaum waria dalam menghadapi diskriminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum waria di Kota Banda Aceh menghadapi berbagai bentuk tekanan, mulai dari pengucilan sosial hingga kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun, mereka mengembangkan berbagai strategi resiliensi,seperti membangun komunitas pendukung, mencari alternatif pekerjaan di sektor informal, serta beradaptasi dengan norma sosial yang berlaku.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166951</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 22:55:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:00:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>