<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166923">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMANSI MORFO-AGRONOMIS GALUR PADI SAMBAY SIMEULUE HASIL PEMULIAAN MUTASI PADA LAHAN KERING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASYRAF AUFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh memiliki kekayaan plasma nutfah, diantaranya padi lokal Aceh yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, padi lokal Aceh, khususnya padi Sambay Simeulue saat ini masih memiliki produktivitas yang rendah dan rentan terhadap penyakit dan hama. Rekayasa padi lokal Aceh, Sambay Simeulu, menunjukkan bahwa mutasi pada padi lokal adaptif terhadap lingkungan sub optimum dengan induk yang produktivitas tinggi memberikan pengaruh positif melalui perbaikan berbagai karakter genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi dari beberapa genotipe padi galur mutan Sambay Simeulue pada lahan kering.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada lahan Aceh Rice Research Institute (ARRI), USK, Darussalam, Banda Aceh yang dilakukan dari bulan Januari sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial. Faktor yang diteliti adalah genotipe (G) galur padi Sambay Simeulue hasil pemuliaan mutasi terdapat 11 galur dan 1 varietas padi Mustajab sebagai pembanding. Faktor yang diteliti yaitu US 2, US 4, US 5, US 8, US 9, US 11, US 12, US 13, US 19, US 22, US 23 dan varietas Mustajab. Penelitian ini menggunakan 3 ulangan sehingga menghasilkan 36 unit percobaan (plot). Setiap unit percobaan terdapat 24 lubang tanam dan 5 diantaranya merupakan sampel penelitian. Analisis data menggunakan Anova dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, umur berbunga, umur panen, jumlah malai perumpun, panjang malai per rumpun, bobot malai per rumpun, bobot gabah bernas per rumpun, bobot gabah hampa per rumpun, berat 1000 butir gabah, bobot jerami kering per rumpun, indeks panen, dan potensi hasil.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa galur padi Sambay Simeulue hasil pemuliaan mutasi pada lahan kering terdapat variasi terhadap pertumbuhan. Tinggi tanaman saat panen berkisar antara 84,45 cm –102,76 cm, dengan galur US 22 sebagai yang terpendek dan US 19 tertinggi. Jumlah anakan maksimum berkisar 11,33 – 17,00, terbanyak terdapat pada galur US 12. Umur panen berkisar antara 123,33 HSS – 126,67 HSS, dengan galur US 5 yang paling genjah. Produksi beberapa galur padi Sambay Simeulue hasil pemuliaan mutasi pada lahan kering berkisar 2,99 ton ha-1 –5,67 ton ha-1. Varietas pembanding Mustajab menghasilkan 4,67 ton ha-1, sementara 4 galur menunjukkan potensi hasil yang lebih tinggi yaitu US 12 (5,67 ton ha-1), US 11 (5,40 ton ha-1), US 4 (4,92 ton ha-1), dan US 22 (4,74 ton ha-1).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166923</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 21:50:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:31:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>