PERFORMANSI MORFO-AGRONOMIS GALUR PADI SAMBAY SIMEULUE HASIL PEMULIAAN MUTASI PADA LAHAN KERING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERFORMANSI MORFO-AGRONOMIS GALUR PADI SAMBAY SIMEULUE HASIL PEMULIAAN MUTASI PADA LAHAN KERING


Pengarang

ASYRAF AUFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Efendi - 196412311990031246 - Dosen Pembimbing I
zulwanis - - - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005101050095

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : ., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aceh memiliki kekayaan plasma nutfah, diantaranya padi lokal Aceh yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, padi lokal Aceh, khususnya padi Sambay Simeulue saat ini masih memiliki produktivitas yang rendah dan rentan terhadap penyakit dan hama. Rekayasa padi lokal Aceh, Sambay Simeulu, menunjukkan bahwa mutasi pada padi lokal adaptif terhadap lingkungan sub optimum dengan induk yang produktivitas tinggi memberikan pengaruh positif melalui perbaikan berbagai karakter genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi dari beberapa genotipe padi galur mutan Sambay Simeulue pada lahan kering.
Penelitian ini dilaksanakan pada lahan Aceh Rice Research Institute (ARRI), USK, Darussalam, Banda Aceh yang dilakukan dari bulan Januari sampai Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola non faktorial. Faktor yang diteliti adalah genotipe (G) galur padi Sambay Simeulue hasil pemuliaan mutasi terdapat 11 galur dan 1 varietas padi Mustajab sebagai pembanding. Faktor yang diteliti yaitu US 2, US 4, US 5, US 8, US 9, US 11, US 12, US 13, US 19, US 22, US 23 dan varietas Mustajab. Penelitian ini menggunakan 3 ulangan sehingga menghasilkan 36 unit percobaan (plot). Setiap unit percobaan terdapat 24 lubang tanam dan 5 diantaranya merupakan sampel penelitian. Analisis data menggunakan Anova dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, umur berbunga, umur panen, jumlah malai perumpun, panjang malai per rumpun, bobot malai per rumpun, bobot gabah bernas per rumpun, bobot gabah hampa per rumpun, berat 1000 butir gabah, bobot jerami kering per rumpun, indeks panen, dan potensi hasil.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa galur padi Sambay Simeulue hasil pemuliaan mutasi pada lahan kering terdapat variasi terhadap pertumbuhan. Tinggi tanaman saat panen berkisar antara 84,45 cm –102,76 cm, dengan galur US 22 sebagai yang terpendek dan US 19 tertinggi. Jumlah anakan maksimum berkisar 11,33 – 17,00, terbanyak terdapat pada galur US 12. Umur panen berkisar antara 123,33 HSS – 126,67 HSS, dengan galur US 5 yang paling genjah. Produksi beberapa galur padi Sambay Simeulue hasil pemuliaan mutasi pada lahan kering berkisar 2,99 ton ha-1 –5,67 ton ha-1. Varietas pembanding Mustajab menghasilkan 4,67 ton ha-1, sementara 4 galur menunjukkan potensi hasil yang lebih tinggi yaitu US 12 (5,67 ton ha-1), US 11 (5,40 ton ha-1), US 4 (4,92 ton ha-1), dan US 22 (4,74 ton ha-1).

Aceh has a wealth of genetic resources, including local rice varieties that are very important for human life. However, local rice varieties in Aceh, especially Sambay Simeulue rice, currently have low productivity and are susceptible to diseases and pests. Genetic engineering of Aceh's local rice, Sambay Simeulue, demonstrates that mutations in locally adapted rice varieties to sub-optimal environments, combined with high-yielding parent lines, have a positive impact through improvements in various genetic traits. This study aims to investigate the growth and yield of several mutant Sambay Simeulue rice genotypes on dry land. The study was conducted at the Aceh Rice Research Institute (ARRI), USK, Darussalam, Banda Aceh, from January to May 2024. The study employed a non-factorial Randomized Block Design (RBD). The factors studied were the genotypes (G) of the Sambay Simeulue rice lines resulting from mutation breeding, comprising 11 lines, and the Mustajab rice variety as a control. The factors studied were US 2, US 4, US 5, US 8, US 9, US 11, US 12, US 13, US 19, US 22, US 23, and the Mustajab variety. This study used 3 replications, resulting in 36 experimental units (plots). Each experimental unit had 24 planting holes, with 5 of them serving as research samples. Data analysis was conducted using ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level. The observed parameters were plant height, maximum number of tillers, flowering age, harvest age, number of panicles per plant, panicle length per plant, panicle weight per plant, grain weight per plant, empty grain weight per plant, weight of 1,000 grains, dry straw weight per plant, harvest index, and yield potential. The results of this study indicate that the Sambay Simeulue rice varieties derived from mutation breeding on dry land exhibit variations in growth. Plant height at harvest ranged from 84.45 cm to 102.76 cm, with the US 22 variety being the shortest and the US 19 variety the tallest. The maximum number of tillers ranged from 11.33 to 17.00, with the highest number found in the US 12 variety. The harvest age ranged from 123.33 HSS to 126.67 HSS, with the US 5 variety being the earliest. The yield of several Sambay Simeulue rice varieties resulting from mutation breeding on dry land ranged from 2.99 tons ha⁻¹ to 5.67 tons ha⁻¹. The control variety Mustajab yielded 4.67 tons ha-1, while four varieties showed higher yield potential: US 12 (5.67 tons ha-1), US 11 (5.40 tons ha-1), US 4 (4.92 tons ha-1), and US 22 (4.74 tons ha-1).

Citation



    SERVICES DESK