<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166913">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN DAN SERAPAN NITROGEN TANAMAN KEDELAI EDAMAME (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) AKIBAT PERLAKUAN HARA PUPUK PADA ENTISOL DARUSSALAM BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAFIRA AYU RAMADHANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kedelai Edamame merupakan salah satu jenis tanaman legum yang menjadi sumber  protein nabati yang unggul karena memiliki kandungan gizi yang sangat baik bagi kesehatan.  Kedelai ini sangat terkenal di negara Jepang dan telah dikembangkan di Indonesia namun  pengembangannya belum begitu luas. Daerah yang telah lama mengembangkan kedelai  edamame ini adalah di Jawa Timur yaitu di Jember dan Banyuwangi. Di Aceh, penanaman  kedelai edamame ini begitu terkenal dibandingkan dengan kedelai biasa atau kedelai lokal,  sehingga perlu uji adaptasi pada berbagai tanah yang dapat dijadikan sebagai lahan  pengembangan. Sasaran pengembangannya akan menggunakan lahan kering yang relatif  kurang subur, namun tidak semua ordo tanah memiliki kesuburan yang tinggi.  Penelitian ini bertujuan mengkaji respons pertumbuhan dan serapan nitrogen  tanaman kedelai edamame terhadap perlakuan hara pupuk di tanah Entisol Darussalam,  Banda Aceh dengan menggunakan percobaan omisi yaitu perlakuan hara lengkap yang  dibandingkan dengan perlakuan minus salah satu unsur hara. Percobaan dilakukan di Rumah  Kasa dalam polibag di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda  Aceh dengan ketinggian tempat 3 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri atas 8 perlakuan hara pupuk  yaitu: perlakuan pemberian N, P, K, Ca, Mg, dan S sebagai perlakuan hara lengkap (Al),  pemberian hara lengkap, tanpa N (A-N), pemberian hara lengkap, tanpa P (A-P), pemberian  hara lengkap, tanpa K (A-K), pemberian hara lengkap, tanpa Ca (A-Ca), pemberian hara  lengkap, tanpa Mg (A-Mg), dan pemberian hara lengkap, tanpa S (A-S) , serta di perlakuan  tanpa pemberian pupuk (Ao). Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 24 unit  percobaan. Sumber hara N, P, K,Ca, Mg, dan S masing-masing digunakan Urea (46%N),  SP-36 (36% P2O5), KCl (60% K2O), CaCO3 (40% Ca), MgO dan S elementer (tepung  belerang (21-25% S). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun,  konsentrasi N daun, dan serapan Nitrogen. Tinggi tanaman dan jumlah daun diamati pada  umur tanaman kedelai 7, 21, 35, dan 49 hari setelah tanam (HST), sedangkan konsentrasi  N daun diamati pada umur 45HST melalui analisis jaringan tanaman di laboratorium. Untuk  mengetahui serapan N dilakukan pengamatan bobot kering tanaman atas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan hara berpengaruh terhadap  pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 35 dan 49 HST, tetapi tidak berpengaruh terhadap  jumlah daun. Secara umum hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan hara lengkap  (Al) memberikan respons yang lebih baik pada pengamatan tinggi tanaman, berat  brangkasan kering, dan serapan Nitrogen jika dibandingkan dengan perlakuan minus hara.  Defisiensi hara terjadi pada perlakuan kontrol dan perlakuan hara tanpa N (A-N).  Rekomendasi kandungan N tanaman kedelai edamame berdasarkan hasil percobaan pada  tanah Entisol adalah berkisar 23–46 kg N/ha atau terjadi defisit kebutuhan sekitar 9-25 kg/ha,  sehingga masih diperlukan tambahan pupuk nitrogen. Namun untuk mendapatkan dosis  pemupukan yang tepat perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166913</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 21:27:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:00:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>