<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166907">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI HEPATOPROTEKTOR KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR (JACK)R.M.SM.) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI DIABETES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Miftahur Rahmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Miftahur Rahmah. (2025). Potensi Hepatoprotektor Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) pada Tikus yang Diinduksi Diabetes. [Tesis. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Djufri, M.Si., dan Dr. Zumaidar, S.Si., M.Si.&#13;
&#13;
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang menyebabkan kerusakan hati akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun kecombrang dalam menurunkan kadar enzim SGOT dan SGPT pada tikus yang diinduksi diabetes serta menentukan dosis yang terbaik sebagai agen hepatoprotektor. Jenis penelitian eksperimen in vivo dengan desain Rancangan Acak Lengkap Nonfaktorial menggunakan 24 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan. Induksi diabetes dilakukan menggunakan streptozotocin (STZ) dengan dosis 40 mg/kgBB dan larutan sukrosa 30%. Parameter penelitian meliputi pengukuran kadar enzim SGOT dan SGPT sebagai indikator fungsi hati. Data dianalisis menggunakan uji Wlech ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kecombrang pada dosis 500 mg/kgBB (P3) secara signifikan menurunkan kadar SGOT dan SGPT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun kecombrang memiliki potensi sebagai agen hepatoprotektor terhadap kerusakan hati pada tikus diabetes, dengan dosis 500 mg/kgBB menunjukkan yang terbaik sebagai agen hepatoprotektor dalam menurunkan kadar enzim SGOT dan SGPT. &#13;
&#13;
Kata kunci: hepatoprotektor, kecombrang, diabetes melitus, SGOT, SGPT.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166907</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 21:16:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:02:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>