<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166887">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PENGAWASAN BALAI PENGELOLA TRANSPORTASI DARAT KELAS II ACEH TERHADAP PELAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ANGKUTAN PENUMPANG LINTAS DAERAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAFTAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelaksanaan angkutan penumpang lintas daerah di Provinsi Aceh masih menghadapi berbagai masalah terkait pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), seperti tidak adanya kartu pengawasan, pelanggaran izin trayek, dan pengangkutan penumpang di luar terminal resmi. Situasi ini menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih efektif oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh BPTD terhadap penerapan SOP angkutan penumpang lintas daerah, serta mengidentifikasi hambatan dan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasinya.Dalam penelitian ini, digunakan teori efektivitas organisasi menurut Duncan yang mencakup tiga indikator: pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Selain itu, teori pengawasan menurut Robert dan Gilbert juga diterapkan untuk menilai tahapan pengawasan. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan yang terdiri dari BPTD, operator angkutan, dan pengguna jasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPTD telah melaksanakan pengawasan melalui kegiatan ramp check dan pembinaan, namun efektivitasnya masih belum optimal. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan kewenangan dalam penindakan, kesulitan dalam memperoleh bukti pelanggaran, keterbatasan sumber daya pengawasan, rendahnya kesadaran operator angkutan, serta kurangnya partisipasi masyarakat.Sebagai langkah perbaikan, disarankan agar BPTD memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan sosialisasi kepada operator, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung sistem pengawasan yang lebih efisien dan akurat. Dengan strategi tersebut, diharapkan penerapan SOP angkutan penumpang lintas daerah dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan layanan transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci: Pengawasan, BPTD, Efektivitas, SOP, Angkutan Penumpang&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166887</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 20:57:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:33:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>