<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166881">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI KEBIJAKAN POSYANDU REMAJA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aufa Adila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk remaja yang besar menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan derajat kesehatan remaja. Salah satu kebijakan yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah pembentukan Posyandu Remaja, yakni layanan kesehatan berbasis masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Kota Banda Aceh mulai mengimplementasikan kebijakan ini berdasarkan Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 180/12094 Tahun 2021.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Posyandu Remaja di Kota Banda Aceh serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn dengan enam indikator utama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan berasal dari Dinas Kesehatan, Geuchik, Kepala puskesmas, Kader Posyandu, dan masyarakat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Posyandu Remaja telah berjalan di beberapa gampong seperti Blang, Lamgugob, Geuce Meunara, dan Ilie. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan reproduksi, penyuluhan gizi, pemberian tablet tambah darah, serta sosialisasi mengenai kesehatan mental dan pencegahan NAPZA. Program ini melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan, puskesmas, perangkat gampong, dan kader remaja.  Namun, implementasinya belum maksimal. Hambatan yang dihadapi antara lain rendahnya partisipasi remaja, keterbatasan SDM dan dana, kurangnya sosialisasi, serta faktor sosial budaya dan lemahnya koordinasi antar-stakeholder.  Saran yang diberikan yaitu meningkatkan koordinasi lintas sektor, memperkuat kapasitas kader, serta mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat dan remaja agar program ini dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Posyandu Remaja, Kesehatan Remaja, Kota   Banda Aceh.	&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166881</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 20:52:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 09:50:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>