<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="166867">
 <titleInfo>
  <title>STUDI  VARIASI WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP PROFIL SENSORI KOPI ARABIKA VOLCANO GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ridho</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi Arabika Volcano Gayo merupakan salah satu komoditas unggulan dari dataran tinggi Aceh yang terkenal dengan kompleksitas rasa dan kualitas sensori tinggi. Proses penyangraian merupakan tahapan yang diperlukan dalam membentuk senyawa kimia volatil yang menentukan karakter aroma, rasa, dan kekentalan kopi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan profil sensori kopi Arabika Volcano Gayo dari berbagai variasi waktu penyangraian dengan menggunakan metode VIKOR.&#13;
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pasca Panen, Departemen Teknik Pertanian, Universitas Syiah Kuala, dengan menggunakan biji kopi dari PT Aromabika Gayo Internasional. Lima variasi waktu penyangraian digunakan, yaitu 11, 12, 13, 14, dan 15 menit pada suhu berkisar 170–220 °C menggunakan mesin Super Roaster. Proses penyeduhan dilakukan dengan metode espresso, dan penilaian mutu sensori oleh 9 (sembilan) orang panelis teridentifikasi berdasarkan 8 (delapan) atribut: aroma, flavour, aftertaste, acidity, body, sweetness, defect, dan overall. Data dianalisis menggunakan metode VIKOR, metode pengambilan keputusan multikriteria, dengan bobot atribut ditentukan dari kuesioner panelis. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa flavour memperoleh bobot tertinggi (15,89%). Waktu penyangraian berpengaruh signifikan terhadap profil sensori. Waktu penyangraian 15 menit memperoleh indeks VIKOR terendah (0,000), diikuti oleh 14 menit (0,262), 12 menit (0,358), 11 menit (0,606), dan 13 menit (0,935). Durasi penyangraian 15 menit menjadi alternatif terbaik dengan profil sensori rasa lebih seimbang, body lebih kuat, dan aroma panggang yang lebih kompleks.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>166867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-24 20:17:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-25 08:56:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>